Senin, Oktober 30, 2017

Bagaimana Keadaan Amerika Sebelum New Deal.???


Sejarah Amerika

 
Keadaan Amerika sebelum New Deal
Pecahnya perang antara Amerika dengan Jerman telah membuat kegelisahan Pemerintah Amerika karena dengan kebutuhan perang yang besar juga harus diimbangi dengan produksi industri yang besar pula. Pemerintah Amerika yang tanggap dengan kondisi seperti ini segera saja menyiapkan kebutuhan perang dengan memobilisasi kekuatan militer, industri, tenaga kerja, dan pertanian. Disiapkannya kebutuhan perang Amerika telah berhasil menyebar 1.750.000 tentara Amerika di Perancis. Perang kapal selam yang dilakukan Jerman dengan Amerika telah membuat hubungan Amerika dengan Jerman putus karena Jerman yang sulit untuk di ajak berunding.
Kekuatan pasukan Amerika yang dibantu oleh pasukan Inggris telah mamppu menutup bolkade tentara Jerman dan membuat pasukan Amerika berhasil meruntuhkan jalur Hidenburg yang sangat dibanggakan oleh pasukan Jerman. Presiden Wilson berperan besar membuat perang berakhir lebih cepat dengan mendefinisikan tujuan perang sekutu.[1] Peran yang begitu besar yang dilakukan oleh Presiden Wilson sangatlah besar karena Presiden Wilson beranggapan bahwa pertempuran yang dilakukan oleh pasukan Amerika bukanlah memusuhi rakyat jerman melainkan memusuhi pemerintah otokrasinya. Berakhirnya perang antara pasukan Amerika dengan pasukan Jerman juga karena disepakatinya gencatan senjata antara pemerintah Jerman dengan Presiden Wilson.

1.      Kegelisahan Setelah Perang
Peralihan Amerika dari masa perang ke masa damai merupakan masa sulit yang dihadapi Amerika. Kedaan Amerika pada waktu perang yang semua perhatian dipusatkan ke perang menjadi kesehjahteraan rakyat Amerika terabaikan. Amerika yang telah megakiri perang dengan Jerman membuat Amerika harus bersiap menghadapi keadaan yang sangat berbeda pada waktu perang berlangsung. Ledakan ekonomi yang terjadi begitu perang usai membuat harapan tinggi melambung. Harapan ini dengan cepat tenggelam ketika ekonomi pasca perang kembali normal.[2]
Harapan yang tinggi yang dilakukan rakyat Amerika membuat semua kubutuhan yang dibutuhkan rakyat Amerika harus dipenuhi dengan besar pula, kebutuhan yang tinggi itu yang membuat semua industri meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi yang dilakukan oleh Amerika juga berdampak tidak puasnya para pekerja yang mengeluhkan peningkatan biaya hidup, jam kerja yang panjang dan manajemen yang sudah tidak bersimpati lagi. Kejadian seperti ini membuat membuat semua orang Amerika menjadi takut apabila kejadian yang terjadi di Rusia: Revolusi Bolsevik melanda Amerika. Ketakutan orang Amerika terhadap revolusi semacam ini karena golongan kecil melakukan pemebrontakan yang membuat Amerika kacau dan harus menata kembali negara mulai dari awal lagi.
Kemenangan besar yang diperoleh Warren G. Harding dalam pemilu 1920 yang mampu menggeser idealisme Presiden Wilson telah membuka harapan baru orang Amerika. Presiden Harding dengan kebijakanya yang sangat menguntungkan industri Amerika sangat disambut baik oleh orang Amerika dan para pengusaha swasta yang ada di Amerika. Kebijakan presiden yang menyerahkan sepenuhnya industri ke swasta akan mempercepat pertumbuhan di Amerika dan kemakmuran bagi Amerika akan tercapai dari pada hanya mengandalkan kebijakan negara. Pajak Amerika pada tahun 1922 dan 1930 merupakan pajak yang tertinggi dan dalam undang-undang tersebut juga menjamin monopoli pengusaha pabrik Amerika di pasar domestik.
“Bisnis utama orang Amerika adalah bisnis,” kata Calvin Coolidge.[3]  Coolodge yang merupakan administratur yang sangat cakap dibandingkan oleh Harding yang sangat tidak cakap dan terkena skandal korupsi sebelum kematianya. Kebijakan pemerintah yang sangat mendorong industri swasta sangat menguntungkan bagi para pengusaha, karena para pelaku industri mendapatkan pinjaman pembangunan dan tunjangan langsung. UU tahun 1920 yang berlaku dalam bidang transportasi telah menyerahkan seluruh jalan kereta apai yang dahulu dikelola oleh pemerintah semasa perang sekarang telah diserahkan oleh perusahaan swasta. Dalam bidang industri kebijakan pemrintah sangatlah menguntungkan dan menjadikan perusahaan swasta nmenjadi berkembangang dengan pesat dan langkah menuju kemakmuran menjadi terbuka lebar, namum pesatnya industri di Ameriak tidak sebanding dengan para petani yang hanya mendapatkan sedikit kemakmuran pada tahun 1920. Kemakmuran petani Ameika terjadi pada saat perang terjadi antara tahun 1900 sampai 1020. Kemakmuran yang diperoleh oleh para petani sangatlah besar karena permintaan produk pertanian yang sangat besar demi mencukupi kebutuhan perang. Petani di tahun 1900 sampai 1920 mampu membuka lahan tandus yang luas dan dijadikan lahan pertanian dan mampu membeli kebutuhan pertanian seperti mesin pertanian yang sebelumnya tidak mempu mereka beli. Berakhirnya perang tahun 1920-an dan kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan para petani menjadikan petani mengalami masa sulit. Perang yang berakhir adalah faktor utama merosotnya produksi petani karena pada masa perang pasar luar negeri menjadikan pasar utama bagi para petani Amerika da setelah perang berakhir pasar luar negeri sudah tidak lagi melakukan pembelian ke Ameriaka.

2.      Deprsi Hebat
Kebijakan Presiden Hoover dalam memulihkan perekonomian Amerika dengan  meningkatkan perindustrian Amerika tidak berjalan dengan mulus. Majunya industri di Amerika tidak diimbangi dengan majunya pertanian yang sebenarnya menjadi kebutuhan pokok pada masa perang berlangsung. Bulan oktober tahun 1929 menjadi awal kahncuran Amerika dalam bidang ekonomi karena pasar saham runtuh. Depresi hebat yang dialami Amerika membuat banyak masyarakat Amerika harus kehilangan tabungan seumur hidup mereka. pasar saham yang kurang dari seperlima pada tahun 1933, pertanian yang yang juga ikut jatuh yang hanya menghasilkan kurang kurang dari 50 persen serta banyak ditemui pengangguran di Amerika.
Inti permasalahan adalah perbedaan yang besar antara kapasitas produksi negara dan kemampuan masyarakat untuk mengkonsumsinya.[4] Kemampuan masyarakat Amerika sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari, namum karena pasar saham yang turun dengan drastis membuat masyarakat Amerika enggan menggunakan uang yang ada ditabungannya dengan alasan pasar saham yang sedang turun. Simpanan yang dimiliki oleh orang-orang kaya Amerika pada saat mengalami depresi hebat untuk mencari aman masalah keuangan banyak yang mengalihkan uang mereka ke arah real estat yang beranggapan bahawa infestasi kedalam real estat akan mempu mengamankan tabungan mereka.
Depresi hebat yang melanda Amerika merupakan guncangan yang sangat hebat dari dampak perang dan industri yang kurang cakap yang dilakukan oleh presiden Hoover. Kebijakan Hoover dalam melakukan pemulihan hanya bergantung pada pemulihan secara alami tanpa melakukan perubahan yang besar, rencana perubahan yang dilakukan oleh Hoover sangat berbeda dengan apa yang dilakukan ole presiden baru yang menggantikan Hoover yaitu Roosevelt yang menggunakan era baru di Amerika.

B.   Perapan New Deal di Amerika
1.      New Deal Pertama
Kemenangan besar yang diperoleh oleh Partai Demokrat dengan calonya Franklin D. Roosevelt setelah mengalahkan lawanya dari Partai Republik Herbert Hoover merupakan awal kebangkitan Amerika setelah mengalamai depresi hebat. Program yang menjadi andalan bagi Roosevelt yaitu New Deal merupakan awal kebangkitan dan optimisme Amerika untuk menatap masa depan yang indah. “satu-satunya yang kita perlu takutkan hanyalah rasa takut itu sendiri”,[5] sperti yang diucapkan oleh Presiden Roosevelt dalam pidato pelentikanya. Kebijakan Roosevelt dalam New Deal sebenarnya ingin mengembalikan sistem ekonomi yang sebelumya merupakan sisitem kapitalisme kembali ke sitem awal yaitu campur tangan pemerintah akan menjadi utama, karena semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah mendatang dalam usaha menyejahterakan rakyat akan selalu berhubungan dengan keijakan yang dilakukan oleh pemeritah.
Kekuatan New Deal sebenarnya terletak pada janji Presiden Roosevelt menangani masalah pertanian dan pengangguran yang melanda Amerika. New Deal yang akan lebih mengatur jalanya ekonomi Amerika akan lebih berpihak kepada rakyat. Permeintah yang dengan langsung campur tangan dalam soal hidup rakyatnya, memberi mereka uang, manaikan pajak, mengatur upah dan harga dalam industri dan menetapkan bagi kaum taninya berapakah luas tanah yang harus mereka tanami,[6] ini semua demi kesehjahteraan masyarakat Amerika yang telah mengalami masa yang sulit. Peraturan semacam New Deal merupakan peraturan yang dibuat secara cepat, peraturan yang mengenai kebijakan negara biasanya dibuaat oleh preisiden atau pemerintah membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan bisa bertahun-tahun. Cepatnya peraturan yang dibuat oleh Pemerintahan Roosevelt membuat banyak kecaman yang dilakukan oleh masyarakat yang kurang setuju dengan peraturan yang terlalau cepat dibuat. Walaupaun banyaknya kecaman yang dilkukan oleh masyarakat Amerika namun Roosevelt tetap dengan pendirianya dan masyarakat juga mulai minat dengan pemerintah. Masyarakat Amerika yang mulai melihat pemreintah merupakan awal yang bagus bagi Presiden Roosevelt dalam menjalankan programnya yang lebih ke arah rakyat. Pemerintah yang sejak kepemimpinan Presiden Roosevelt telah menaikan pajak yang besar bagi para Industri. Naiknya pajak yang dilakuakn Presiden Roosevelt sebenarnya juga dilakukan untuk mengawali gerakan peningkatan harga komoditas dan membayar cicilian para debitur, selain itu uang yang ada juga akan dibagikan kepada rakat dengan kredit ringan untuk industri dan pertanian.

1.      Pengangguran
Pengangguran yang ada merupakan bencana besar yang melanda Amerika. Pengangguran yang melanda Amerika menyebabkan banyaknya pengemis yang harus turun ke jalan-jalan meminta-minta demi sesuap nasi. Dalam menanggulangi pengangguran yang melanda Amerika keluarlah program Korps Konservativ Sipil (CCC) yang akan menolong para pengangguran lepas dari kemiskinan. CCC yang dilakukan oelh Ameika merupakan program yang lebih ke arah semi militer yang memberi bantuan bagi pemuda 18-25 tahun.  Dari CCC tersebut nantinya para pemuda setelah mengikuti pelatihan yang dilakuan oleh pemerintah Amerika akan mendapatkan pekerjaan yang telah disediakan oleh pemrintah.
Demi mensukseskan CCC, pemerintah telah menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih ke arah konservasi seperti menanam pohon untuk mengatasi erosi dan melindungi hutan nasional. Bantuan pekrjaan muncul dalam bentuk Administrasi Kerja Sipil ( Civil Works Administration, CWA). Dalam program yang dicanangkan oleh pemrintah sebenarnya juga tidak berjalan dengan mulus disebabkan oleh banyaknya kritik yang menyebut ini hanya kerja pura-pura. Walaupun mendapat kritik yang pedas dari masyarakat namun tetap berjalan dengan baik dan mampu mengurangi pengangguran.
2.      Pertanian
Pertanian yang menjadi perhatian serius Presiden Roosevelt telah mampu mengeluarkan UU yang menguntungkan para petani Amerika. UU yang lebih mengurusi pembatasan hasil pertanian, dengan maksud supaya dapat melenjapkan kelebihan hasil produksi yang menyebabkan harga-harga jatuh.[7] Peraturan atau UU yang dikeliarka oleh Pemerintahan Roosevelt telah membantu para patani dengan manaikan harga panen dan memberikan subsidi kepada para petani. Dalam pelaksanaan UU yang menaikan harga jual pertanian, pmerintah juga mengurangi jumlah produksi pertanian yang menyebabkan banyak kecaman yang muncul karena semua manusia khususnya masyarakat Amerika membutuhkan makanan. Pemberian subsidi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika juga disebabkan oleh pengurangan jumlah produksi dan pemerintah mengganti dengan subsidi bagi para petani.
Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pertanian ketika dijalankan bisa dikatakan kurang tepat karena pada saat itu juga hasil pertanian sedang melimpah dan pemerintah segera mengganti dengan subsidi. Tahun 1932 dan 1935 merupakan pendapatan pertanian yang cukup besar sampai lebih dari 50 persen. Pada saat petani didorong untuk menguarangi produksi – sehingga petani penggarap dan penerima bagi hasil tak punya tempat lagi – kekeringan yang ganas melanda negara-negara bagian di Dataran Besar.[8] Kejadian yang terjadi di Amerika telah menyebabkan produksi pertanian menurun dengan tajam. Peristiwa yang disebut mangkuk debu terjadi  tahu 1930-an dan 1935 sampai 1938 yang telah menyebabkan mesin dan mobil rusak, hasil panen musnah dan hewan terak mati yang harus meninggalkan kota Arkanas, Texas, Missouri, dan Oklahoma karena kejadian tersebut dan mengarah ke kota California yang dianggap sebagai kota yang mempu menolong mereka.
Kerusakan lahan pertanian yang disebabkan oleh angin ribut dan topan debu yang menyerang Dataran Besar dalam kejadian yang kemudian dikenal dengan sebutan Mangkuk Debu telah membuat pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang menangani konservasi tanah. Dinas yang mengurusi masalah konservasi tanah telah mampu mengajari para petani dan  menguangi erosi. Ketika UU masalah pertanian yang bisa dikatakan cukup berhasil, harus dicabut karena dianggap sudah tidak konstitusional. Dicabutnya UU membuat kongres mengambil langkah cepat dan mengeluarkan UU yang lebih efektif dalam membantu petani yang dipaksa harus menurunkan jumlah produksinya. Bantuan yang diberikan pemerintah oleh para petani Amerika telah berhasil membantu 6 juta petani dan memberi pinjaman yang atas panen yang berlebih, asuransi gandum dan sistem penyimpanan yang terencana guna menstabilkan harga komoditas pertanian.

3.      Industri dan Perburuhan
Lembaga Pemulihan Nasional ( National Recovery Administration, NRA)[9] yang dibentuk tahun 1933 bersamaan dengan UU Pemulihan Industri Nasional telah mampu membantu Industri dalam membangun industrinya. NRA yang mencoba mengakhiri persaingan industri yang tidak sehat dn menjadikan persaingan yang sehat. Kehadiran NRA berusaha meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya berli masyarakat, namum kehadiran NRA yang pertama dianggap baik ternyata menjadi persoalan karena terlalau banyak aturan yang ada didalam. Penerapan New Deal di Amerika merupakan prestasi yang baik. NRA yang dibentuk oleh Pemerintah Amerika telah banyak membantu buruh dalam melakukan tawar-menawar secara kolektif dengan pengusaha. Tahun 1935 kongres yang meloloskan UU perburuhan yang telah memperbesar hak buruh untuk hidup layak. UU yang dikeluarkan oleh pemerintah telah menjamin para buruh lepas dari ketidak adilan, memberikan hak buruh untuk melakukan tawar-meawar dengan buruh yang nantinya akan memberikan hak buruh yang lebih besar. UU tersebut juga memberikan hak kepada buruh untuk ikut dalam serikat buruh yang mereka senangi dan melakukan penegawasan dalam tawar-menawar dengan pengusaha dan pengawasan pada saat dilaksankanya pemilihan pengurus serikat buruh.

2.      New Deal Kedua
Keberhasilan New Deal yang dilakukan oleh Presiden Roosevelt merupakan prestasi yang membanggakan karena telah mampu menguarangi pengangguran dan memberikan banyak tunjangan kepada para petani dan buruh. Para pelaku usaha yang merasa tidak nyaman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh NIRA membuat para pelaku usaha memberingan serangan-serangan kepada Roosevelt dan muncul para tokoh-tokoh poltikus untuk membantu pemulihan ekonomi. Tekanan yang datang pada diri Roosevelt tidak membuat gentar Roosevelt dalam melanjutkan New Deal yang kedua. Langkah Roosevelt yang mendukung program dalam memerangi kemiskinan, melawan pengangguran, dan menciptakan pengangguran dan menyedikan lapangan pekerjaan yang layak bagi para penduduk Amerika.
Lembaga Kemajuan Kerja (Work Progress Administration, WPA), badan sosial utama dari gerakan yang disebut New Deal kedua, adalah sebuah upaya untuk menciptakan lapangan kerja dari pada memeberikan tunjangan.[10] Kebijakan Roosevelt dalam New Deal kedua telah banyak membuka lapangan pekerjaan baru yang akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Amerika. Prestasi WPA yang sangat besar adalah mampu memabantu 9 juta orang Amerika lepas dari pengangguran, selain itu para pelajarAmerika juga diberi kesempatan untuk bekerja dan memberikan program pelatihan kerja bagi oarang Amerika yang masih menganggur.
Dalam penerapan New Deal hal yang sangat penting menurut Roosevelt adalah jaminan sosial yan dijamin oleh UU ditahun 1935. Jaminan sosial yang mempunyai badan hukum tersebut telah menjangkau para pengangguran, lanjut usia, dan orang-orang cacat berdasarkan kontribusi dari para pengusaha dan pekerja dari pajak yang dikenakan oleh negara. Jaminan sosial yang diterapkan oleh Roosevelt juga mendapat perlawanan karena berlawanan dengan tradisi Amerika karena jamianan seperti ini lebih bersifat konservatif. Walaupaun mendapat perlawanan namun jaminan sosial semacam ini merupakan salah satu program terbesar dalam negara terbesar yang dijalankan pemerintah Amerika.

C.   Pasca Penerapan New Deal di Amerika
Keberhasilan New Deal dalam membangun Amerika menjadi negara yang besar dan terlepas dari pengangguran setelah depresi ekonomi nampaknya berhasil dengan program yang dicanangkan oleh presiden Roosevelt. Program New Deal yang dalam pandangan pemerintah Amerika merupakan sebuah langkah baru untuk kemajuan Amerika merupakan gagasan yang sangat cepat yang mempunyai dampak yang besar. Dalam penerapanya, New Deal telah mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi jutaan oarang Amerika, memberikan pelatiahan kerja bagi para pengangguaran, serta memberikan jamianan sosial yang besar bagi para pengangguaran, orang cacat, lanjut usia.
Keberhasilan New Deal dalam menangani depresi hebat telah berhasil, namun keberhasilan New Deal  ternyata juga mendapatkan kecaman yang sangat banyak dari orang-orang Amerika yang tidak setuju dengan adanya New Deal. Ketidaksukaan terhadap New Deal didasarkan kepada pajak yang dikenakan pemerintah cukup besar demi memberi tunjangan kepada rakyat Amerika dan membuaka lapangan pekrjaan serta kebebasan rakyat menjadi terbatas. Pandangan dari golongan yang tidak suka dengan New Deal sangatlah bankyak selain dari para pedagang juga dari kalangan politikus Partai Republik, Alfred M. Landon yang lebih leiberal. Ketidaksukaan rakyat dengan New Deal juga karena mereka mengangap kebijakan yang dikeluarkan oleh New Deal hanya akan membatasi kebebasan rakyat dan semua hanya akan diatur oleh pemerintah. Pembatasan kebebasan ini sangat terasa bagi para pengusaha karena mereka sudag tidak bisa lagi melakukan bisnis dengan bebas karena para pelaku industri sangat menginginkan kebebasan.
Perlawanan terhadap Roosevelt terus berlangsung dalam pemilihan umum yang dilakukan pada tahun 1936 dengan pencalonan Alfred M. landon sebagai presiden Amerika dari Partai Republik yang banyak mandapat dukungan dari para bisnis serta kaum menengah dari kota-kota kecil. Dalam pemilu yang berlangsung kemenangan  didapatkan kembali oleh Roosevelt dan menjadikan Roosevelt meminpin Amerika kembali. Kembalinya Roosevelt di Gedung Putih tidak membuat perlawanan yang luntur dan menganggap bahwa New Deal yang diterapkan di Amerika itu adalah Sosialis yang tidak berjiwa Amerika. Para golongan yang tidak menyukai New Deal beranggapan bahwa tidak suka dengan campur tangan pmerintah dalam urusan mereka karena hanya akan menghambat perkembangan perdangan di Amerika.
Sementara itu harga-harga barang membumbung dengan mendadak dalam tengah-tahun pertama 1937 dan selanjutnya jatuh dengan amat cepatnya dalam musim panas berikutnya, sehingga angka pengangguran naik kembali.[11] Pengangguran yang melanda Amerika kembali merupakan dampak dari penerapan New Deal yang terlalu memanjakan rakyat denga tunjangan-tunjangan yang besar dan lapangan pekerjaan yang selalu tersedia, jadi  para pedagang Amerika sudah tidak percaya lagi dengan politik New Deal. Para pedagang dan pelaku bisnis terutama yang tidak suka dengan New Deal beranggapan bahwa mengamburkan uang yang cukup besar untuk kesehjahteraan rakyat nampaknya kurang begitu berhasil karena kesengsaraan yang dialami oleh Amerika merupakan dampak dari Perang Dunia.




[1] Departeman Luar Negeri Amerika Serikat, Garis Besar Sejarah Amerika, Amerika Serikat, 2004, hlm. 276. 
[2] Ibid. hlm 278
[3] Ibid, hlm. 280
[4] Ibid, hlm 286
[5] Ibid, hlm. 290
[6] Franklin Escher, Jr. Drai Koloni Menjadi Satu Negara Terbesar, Jakarta, 1954, hlm. 137
[7] Ibid, hlm. 139
[8] Op.Cit, hlm. 293
[9] Ibid, hlm. 294
[10] Ibid, hlm 296
[11] Franklin Escher, Jr. Drai Koloni Menjadi Satu Negara Terbesar, Jakarta, 1954, hlm. 142

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasionalisme Arab