Sejarah Amerika
Keadaan
Amerika sebelum New Deal
Pecahnya perang antara Amerika
dengan Jerman telah membuat kegelisahan Pemerintah Amerika karena dengan
kebutuhan perang yang besar juga harus diimbangi dengan produksi industri yang
besar pula. Pemerintah Amerika yang tanggap dengan kondisi seperti ini segera
saja menyiapkan kebutuhan perang dengan memobilisasi kekuatan militer,
industri, tenaga kerja, dan pertanian. Disiapkannya kebutuhan perang Amerika
telah berhasil menyebar 1.750.000 tentara Amerika di Perancis. Perang kapal
selam yang dilakukan Jerman dengan Amerika telah membuat hubungan Amerika
dengan Jerman putus karena Jerman yang sulit untuk di ajak berunding.
Kekuatan pasukan Amerika yang
dibantu oleh pasukan Inggris telah mamppu menutup bolkade tentara Jerman dan
membuat pasukan Amerika berhasil meruntuhkan jalur Hidenburg yang sangat
dibanggakan oleh pasukan Jerman. Presiden Wilson berperan besar membuat perang
berakhir lebih cepat dengan mendefinisikan tujuan perang sekutu.[1]
Peran yang begitu besar yang dilakukan oleh Presiden Wilson sangatlah besar
karena Presiden Wilson beranggapan bahwa pertempuran yang dilakukan oleh
pasukan Amerika bukanlah memusuhi rakyat jerman melainkan memusuhi pemerintah
otokrasinya. Berakhirnya perang antara pasukan Amerika dengan pasukan Jerman
juga karena disepakatinya gencatan senjata antara pemerintah Jerman dengan
Presiden Wilson.
1.
Kegelisahan
Setelah Perang
Peralihan Amerika dari masa perang ke
masa damai merupakan masa sulit yang dihadapi Amerika. Kedaan Amerika pada
waktu perang yang semua perhatian dipusatkan ke perang menjadi kesehjahteraan
rakyat Amerika terabaikan. Amerika yang telah megakiri perang dengan Jerman
membuat Amerika harus bersiap menghadapi keadaan yang sangat berbeda pada waktu
perang berlangsung. Ledakan ekonomi yang terjadi begitu perang usai membuat
harapan tinggi melambung. Harapan ini dengan cepat tenggelam ketika ekonomi
pasca perang kembali normal.[2]
Harapan yang tinggi yang dilakukan
rakyat Amerika membuat semua kubutuhan yang dibutuhkan rakyat Amerika harus
dipenuhi dengan besar pula, kebutuhan yang tinggi itu yang membuat semua
industri meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi yang dilakukan oleh
Amerika juga berdampak tidak puasnya para pekerja yang mengeluhkan peningkatan
biaya hidup, jam kerja yang panjang dan manajemen yang sudah tidak bersimpati
lagi. Kejadian seperti ini membuat membuat semua orang Amerika menjadi takut
apabila kejadian yang terjadi di Rusia: Revolusi Bolsevik melanda Amerika.
Ketakutan orang Amerika terhadap revolusi semacam ini karena golongan kecil
melakukan pemebrontakan yang membuat Amerika kacau dan harus menata kembali
negara mulai dari awal lagi.
Kemenangan besar yang diperoleh Warren
G. Harding dalam pemilu 1920 yang mampu menggeser idealisme Presiden Wilson
telah membuka harapan baru orang Amerika. Presiden Harding dengan kebijakanya
yang sangat menguntungkan industri Amerika sangat disambut baik oleh orang Amerika
dan para pengusaha swasta yang ada di Amerika. Kebijakan presiden yang
menyerahkan sepenuhnya industri ke swasta akan mempercepat pertumbuhan di
Amerika dan kemakmuran bagi Amerika akan tercapai dari pada hanya mengandalkan
kebijakan negara. Pajak Amerika pada tahun 1922 dan 1930 merupakan pajak yang
tertinggi dan dalam undang-undang tersebut juga menjamin monopoli pengusaha
pabrik Amerika di pasar domestik.
“Bisnis utama orang Amerika adalah
bisnis,” kata Calvin Coolidge.[3] Coolodge yang merupakan administratur yang
sangat cakap dibandingkan oleh Harding yang sangat tidak cakap dan terkena
skandal korupsi sebelum kematianya. Kebijakan pemerintah yang sangat mendorong
industri swasta sangat menguntungkan bagi para pengusaha, karena para pelaku
industri mendapatkan pinjaman pembangunan dan tunjangan langsung. UU tahun 1920
yang berlaku dalam bidang transportasi telah menyerahkan seluruh jalan kereta
apai yang dahulu dikelola oleh pemerintah semasa perang sekarang telah
diserahkan oleh perusahaan swasta. Dalam bidang industri kebijakan pemrintah
sangatlah menguntungkan dan menjadikan perusahaan swasta nmenjadi berkembangang
dengan pesat dan langkah menuju kemakmuran menjadi terbuka lebar, namum
pesatnya industri di Ameriak tidak sebanding dengan para petani yang hanya
mendapatkan sedikit kemakmuran pada tahun 1920. Kemakmuran petani Ameika
terjadi pada saat perang terjadi antara tahun 1900 sampai 1020. Kemakmuran yang
diperoleh oleh para petani sangatlah besar karena permintaan produk pertanian
yang sangat besar demi mencukupi kebutuhan perang. Petani di tahun 1900 sampai
1920 mampu membuka lahan tandus yang luas dan dijadikan lahan pertanian dan
mampu membeli kebutuhan pertanian seperti mesin pertanian yang sebelumnya tidak
mempu mereka beli. Berakhirnya perang tahun 1920-an dan kebijakan pemerintah
yang kurang memperhatikan para petani menjadikan petani mengalami masa sulit.
Perang yang berakhir adalah faktor utama merosotnya produksi petani karena pada
masa perang pasar luar negeri menjadikan pasar utama bagi para petani Amerika
da setelah perang berakhir pasar luar negeri sudah tidak lagi melakukan
pembelian ke Ameriaka.
2.
Deprsi
Hebat
Kebijakan Presiden Hoover dalam
memulihkan perekonomian Amerika dengan
meningkatkan perindustrian Amerika tidak berjalan dengan mulus. Majunya
industri di Amerika tidak diimbangi dengan majunya pertanian yang sebenarnya
menjadi kebutuhan pokok pada masa perang berlangsung. Bulan oktober tahun 1929
menjadi awal kahncuran Amerika dalam bidang ekonomi karena pasar saham runtuh. Depresi
hebat yang dialami Amerika membuat banyak masyarakat Amerika harus kehilangan
tabungan seumur hidup mereka. pasar saham yang kurang dari seperlima pada tahun
1933, pertanian yang yang juga ikut jatuh yang hanya menghasilkan kurang kurang
dari 50 persen serta banyak ditemui pengangguran di Amerika.
Inti permasalahan adalah perbedaan yang
besar antara kapasitas produksi negara dan kemampuan masyarakat untuk
mengkonsumsinya.[4]
Kemampuan masyarakat Amerika sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari,
namum karena pasar saham yang turun dengan drastis membuat masyarakat Amerika
enggan menggunakan uang yang ada ditabungannya dengan alasan pasar saham yang
sedang turun. Simpanan yang dimiliki oleh orang-orang kaya Amerika pada saat
mengalami depresi hebat untuk mencari aman masalah keuangan banyak yang
mengalihkan uang mereka ke arah real estat yang beranggapan bahawa infestasi
kedalam real estat akan mempu mengamankan tabungan mereka.
Depresi hebat yang melanda Amerika
merupakan guncangan yang sangat hebat dari dampak perang dan industri yang
kurang cakap yang dilakukan oleh presiden Hoover. Kebijakan Hoover dalam
melakukan pemulihan hanya bergantung pada pemulihan secara alami tanpa
melakukan perubahan yang besar, rencana perubahan yang dilakukan oleh Hoover
sangat berbeda dengan apa yang dilakukan ole presiden baru yang menggantikan
Hoover yaitu Roosevelt yang menggunakan era baru di Amerika.
B. Perapan
New Deal di Amerika
1.
New
Deal Pertama
Kemenangan besar yang diperoleh oleh
Partai Demokrat dengan calonya Franklin D. Roosevelt setelah mengalahkan
lawanya dari Partai Republik Herbert Hoover merupakan awal kebangkitan Amerika
setelah mengalamai depresi hebat. Program yang menjadi andalan bagi Roosevelt
yaitu New Deal merupakan awal kebangkitan dan optimisme Amerika untuk menatap
masa depan yang indah. “satu-satunya yang kita perlu takutkan hanyalah rasa
takut itu sendiri”,[5]
sperti yang diucapkan oleh Presiden Roosevelt dalam pidato pelentikanya.
Kebijakan Roosevelt dalam New Deal sebenarnya ingin mengembalikan sistem
ekonomi yang sebelumya merupakan sisitem kapitalisme kembali ke sitem awal
yaitu campur tangan pemerintah akan menjadi utama, karena semua kebijakan yang
dilakukan oleh pemerintah mendatang dalam usaha menyejahterakan rakyat akan
selalu berhubungan dengan keijakan yang dilakukan oleh pemeritah.
Kekuatan New Deal sebenarnya terletak
pada janji Presiden Roosevelt menangani masalah pertanian dan pengangguran yang
melanda Amerika. New Deal yang akan lebih mengatur jalanya ekonomi Amerika akan
lebih berpihak kepada rakyat. Permeintah yang dengan langsung campur tangan
dalam soal hidup rakyatnya, memberi mereka uang, manaikan pajak, mengatur upah
dan harga dalam industri dan menetapkan bagi kaum taninya berapakah luas tanah
yang harus mereka tanami,[6]
ini semua demi kesehjahteraan masyarakat Amerika yang telah mengalami masa yang
sulit. Peraturan semacam New Deal merupakan peraturan yang dibuat secara cepat,
peraturan yang mengenai kebijakan negara biasanya dibuaat oleh preisiden atau
pemerintah membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan bisa bertahun-tahun.
Cepatnya peraturan yang dibuat oleh Pemerintahan Roosevelt membuat banyak
kecaman yang dilakukan oleh masyarakat yang kurang setuju dengan peraturan yang
terlalau cepat dibuat. Walaupaun banyaknya kecaman yang dilkukan oleh
masyarakat Amerika namun Roosevelt tetap dengan pendirianya dan masyarakat juga
mulai minat dengan pemerintah. Masyarakat Amerika yang mulai melihat pemreintah
merupakan awal yang bagus bagi Presiden Roosevelt dalam menjalankan programnya
yang lebih ke arah rakyat. Pemerintah yang sejak kepemimpinan Presiden
Roosevelt telah menaikan pajak yang besar bagi para Industri. Naiknya pajak
yang dilakuakn Presiden Roosevelt sebenarnya juga dilakukan untuk mengawali
gerakan peningkatan harga komoditas dan membayar cicilian para debitur, selain
itu uang yang ada juga akan dibagikan kepada rakat dengan kredit ringan untuk
industri dan pertanian.
1.
Pengangguran
Pengangguran
yang ada merupakan bencana besar yang melanda Amerika. Pengangguran yang
melanda Amerika menyebabkan banyaknya pengemis yang harus turun ke jalan-jalan
meminta-minta demi sesuap nasi. Dalam menanggulangi pengangguran yang melanda Amerika
keluarlah program Korps Konservativ Sipil (CCC) yang akan menolong para
pengangguran lepas dari kemiskinan. CCC yang dilakukan oelh Ameika merupakan
program yang lebih ke arah semi militer yang memberi bantuan bagi pemuda 18-25
tahun. Dari CCC tersebut nantinya para
pemuda setelah mengikuti pelatihan yang dilakuan oleh pemerintah Amerika akan
mendapatkan pekerjaan yang telah disediakan oleh pemrintah.
Demi
mensukseskan CCC, pemerintah telah menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih ke
arah konservasi seperti menanam pohon untuk mengatasi erosi dan melindungi
hutan nasional. Bantuan pekrjaan muncul dalam bentuk Administrasi Kerja Sipil (
Civil Works Administration, CWA). Dalam program yang dicanangkan oleh pemrintah
sebenarnya juga tidak berjalan dengan mulus disebabkan oleh banyaknya kritik
yang menyebut ini hanya kerja pura-pura. Walaupun mendapat kritik yang pedas
dari masyarakat namun tetap berjalan dengan baik dan mampu mengurangi
pengangguran.
2.
Pertanian
Pertanian
yang menjadi perhatian serius Presiden Roosevelt telah mampu mengeluarkan UU
yang menguntungkan para petani Amerika. UU yang lebih mengurusi pembatasan
hasil pertanian, dengan maksud supaya dapat melenjapkan kelebihan hasil
produksi yang menyebabkan harga-harga jatuh.[7]
Peraturan atau UU yang dikeliarka oleh Pemerintahan Roosevelt telah membantu
para patani dengan manaikan harga panen dan memberikan subsidi kepada para
petani. Dalam pelaksanaan UU yang menaikan harga jual pertanian, pmerintah juga
mengurangi jumlah produksi pertanian yang menyebabkan banyak kecaman yang
muncul karena semua manusia khususnya masyarakat Amerika membutuhkan makanan.
Pemberian subsidi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika juga disebabkan oleh
pengurangan jumlah produksi dan pemerintah mengganti dengan subsidi bagi para
petani.
Peraturan
yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pertanian ketika dijalankan bisa
dikatakan kurang tepat karena pada saat itu juga hasil pertanian sedang
melimpah dan pemerintah segera mengganti dengan subsidi. Tahun 1932 dan 1935
merupakan pendapatan pertanian yang cukup besar sampai lebih dari 50 persen.
Pada saat petani didorong untuk menguarangi produksi – sehingga petani
penggarap dan penerima bagi hasil tak punya tempat lagi – kekeringan yang ganas
melanda negara-negara bagian di Dataran Besar.[8]
Kejadian yang terjadi di Amerika telah menyebabkan produksi pertanian menurun
dengan tajam. Peristiwa yang disebut mangkuk debu terjadi tahu 1930-an dan 1935 sampai 1938 yang telah
menyebabkan mesin dan mobil rusak, hasil panen musnah dan hewan terak mati yang
harus meninggalkan kota Arkanas, Texas, Missouri, dan Oklahoma karena kejadian
tersebut dan mengarah ke kota California yang dianggap sebagai kota yang mempu
menolong mereka.
Kerusakan
lahan pertanian yang disebabkan oleh angin ribut dan topan debu yang menyerang
Dataran Besar dalam kejadian yang kemudian dikenal dengan sebutan Mangkuk Debu
telah membuat pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang menangani konservasi
tanah. Dinas yang mengurusi masalah konservasi tanah telah mampu mengajari para
petani dan menguangi erosi. Ketika UU
masalah pertanian yang bisa dikatakan cukup berhasil, harus dicabut karena
dianggap sudah tidak konstitusional. Dicabutnya UU membuat kongres mengambil
langkah cepat dan mengeluarkan UU yang lebih efektif dalam membantu petani yang
dipaksa harus menurunkan jumlah produksinya. Bantuan yang diberikan pemerintah
oleh para petani Amerika telah berhasil membantu 6 juta petani dan memberi
pinjaman yang atas panen yang berlebih, asuransi gandum dan sistem penyimpanan
yang terencana guna menstabilkan harga komoditas pertanian.
3.
Industri
dan Perburuhan
Lembaga
Pemulihan Nasional ( National Recovery Administration, NRA)[9]
yang dibentuk tahun 1933 bersamaan dengan UU Pemulihan Industri Nasional telah
mampu membantu Industri dalam membangun industrinya. NRA yang mencoba
mengakhiri persaingan industri yang tidak sehat dn menjadikan persaingan yang
sehat. Kehadiran NRA berusaha meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan
daya berli masyarakat, namum kehadiran NRA yang pertama dianggap baik ternyata
menjadi persoalan karena terlalau banyak aturan yang ada didalam. Penerapan New
Deal di Amerika merupakan prestasi yang baik. NRA yang dibentuk oleh Pemerintah
Amerika telah banyak membantu buruh dalam melakukan tawar-menawar secara
kolektif dengan pengusaha. Tahun 1935 kongres yang meloloskan UU perburuhan
yang telah memperbesar hak buruh untuk hidup layak. UU yang dikeluarkan oleh
pemerintah telah menjamin para buruh lepas dari ketidak adilan, memberikan hak
buruh untuk melakukan tawar-meawar dengan buruh yang nantinya akan memberikan
hak buruh yang lebih besar. UU tersebut juga memberikan hak kepada buruh untuk
ikut dalam serikat buruh yang mereka senangi dan melakukan penegawasan dalam
tawar-menawar dengan pengusaha dan pengawasan pada saat dilaksankanya pemilihan
pengurus serikat buruh.
2.
New
Deal Kedua
Keberhasilan New Deal yang dilakukan
oleh Presiden Roosevelt merupakan prestasi yang membanggakan karena telah mampu
menguarangi pengangguran dan memberikan banyak tunjangan kepada para petani dan
buruh. Para pelaku usaha yang merasa tidak nyaman dengan peraturan yang
dikeluarkan oleh NIRA membuat para pelaku usaha memberingan serangan-serangan
kepada Roosevelt dan muncul para tokoh-tokoh poltikus untuk membantu pemulihan
ekonomi. Tekanan yang datang pada diri Roosevelt tidak membuat gentar Roosevelt
dalam melanjutkan New Deal yang kedua. Langkah Roosevelt yang mendukung program
dalam memerangi kemiskinan, melawan pengangguran, dan menciptakan pengangguran
dan menyedikan lapangan pekerjaan yang layak bagi para penduduk Amerika.
Lembaga Kemajuan Kerja (Work Progress
Administration, WPA), badan sosial utama dari gerakan yang disebut New Deal
kedua, adalah sebuah upaya untuk menciptakan lapangan kerja dari pada
memeberikan tunjangan.[10]
Kebijakan Roosevelt dalam New Deal kedua telah banyak membuka lapangan
pekerjaan baru yang akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Amerika. Prestasi
WPA yang sangat besar adalah mampu memabantu 9 juta orang Amerika lepas dari
pengangguran, selain itu para pelajarAmerika juga diberi kesempatan untuk
bekerja dan memberikan program pelatihan kerja bagi oarang Amerika yang masih
menganggur.
Dalam penerapan New Deal hal yang sangat
penting menurut Roosevelt adalah jaminan sosial yan dijamin oleh UU ditahun
1935. Jaminan sosial yang mempunyai badan hukum tersebut telah menjangkau para
pengangguran, lanjut usia, dan orang-orang cacat berdasarkan kontribusi dari
para pengusaha dan pekerja dari pajak yang dikenakan oleh negara. Jaminan
sosial yang diterapkan oleh Roosevelt juga mendapat perlawanan karena
berlawanan dengan tradisi Amerika karena jamianan seperti ini lebih bersifat
konservatif. Walaupaun mendapat perlawanan namun jaminan sosial semacam ini
merupakan salah satu program terbesar dalam negara terbesar yang dijalankan
pemerintah Amerika.
C. Pasca
Penerapan New Deal di Amerika
Keberhasilan
New Deal dalam membangun Amerika menjadi negara yang besar dan terlepas dari
pengangguran setelah depresi ekonomi nampaknya berhasil dengan program yang
dicanangkan oleh presiden Roosevelt. Program New Deal yang dalam pandangan
pemerintah Amerika merupakan sebuah langkah baru untuk kemajuan Amerika
merupakan gagasan yang sangat cepat yang mempunyai dampak yang besar. Dalam
penerapanya, New Deal telah mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi jutaan
oarang Amerika, memberikan pelatiahan kerja bagi para pengangguaran, serta
memberikan jamianan sosial yang besar bagi para pengangguaran, orang cacat,
lanjut usia.
Keberhasilan
New Deal dalam menangani depresi hebat telah berhasil, namun keberhasilan New
Deal ternyata juga mendapatkan kecaman
yang sangat banyak dari orang-orang Amerika yang tidak setuju dengan adanya New
Deal. Ketidaksukaan terhadap New Deal didasarkan kepada pajak yang dikenakan
pemerintah cukup besar demi memberi tunjangan kepada rakyat Amerika dan
membuaka lapangan pekrjaan serta kebebasan rakyat menjadi terbatas. Pandangan
dari golongan yang tidak suka dengan New Deal sangatlah bankyak selain dari
para pedagang juga dari kalangan politikus Partai Republik, Alfred M. Landon
yang lebih leiberal. Ketidaksukaan rakyat dengan New Deal juga karena mereka
mengangap kebijakan yang dikeluarkan oleh New Deal hanya akan membatasi
kebebasan rakyat dan semua hanya akan diatur oleh pemerintah. Pembatasan
kebebasan ini sangat terasa bagi para pengusaha karena mereka sudag tidak bisa
lagi melakukan bisnis dengan bebas karena para pelaku industri sangat
menginginkan kebebasan.
Perlawanan
terhadap Roosevelt terus berlangsung dalam pemilihan umum yang dilakukan pada
tahun 1936 dengan pencalonan Alfred M. landon sebagai presiden Amerika dari
Partai Republik yang banyak mandapat dukungan dari para bisnis serta kaum
menengah dari kota-kota kecil. Dalam pemilu yang berlangsung kemenangan didapatkan kembali oleh Roosevelt dan
menjadikan Roosevelt meminpin Amerika kembali. Kembalinya Roosevelt di Gedung
Putih tidak membuat perlawanan yang luntur dan menganggap bahwa New Deal yang
diterapkan di Amerika itu adalah Sosialis yang tidak berjiwa Amerika. Para
golongan yang tidak menyukai New Deal beranggapan bahwa tidak suka dengan
campur tangan pmerintah dalam urusan mereka karena hanya akan menghambat
perkembangan perdangan di Amerika.
Sementara
itu harga-harga barang membumbung dengan mendadak dalam tengah-tahun pertama
1937 dan selanjutnya jatuh dengan amat cepatnya dalam musim panas berikutnya,
sehingga angka pengangguran naik kembali.[11]
Pengangguran yang melanda Amerika kembali merupakan dampak dari penerapan New
Deal yang terlalu memanjakan rakyat denga tunjangan-tunjangan yang besar dan
lapangan pekerjaan yang selalu tersedia, jadi
para pedagang Amerika sudah tidak percaya lagi dengan politik New Deal.
Para pedagang dan pelaku bisnis terutama yang tidak suka dengan New Deal
beranggapan bahwa mengamburkan uang yang cukup besar untuk kesehjahteraan
rakyat nampaknya kurang begitu berhasil karena kesengsaraan yang dialami oleh
Amerika merupakan dampak dari Perang Dunia.
[1] Departeman Luar Negeri Amerika Serikat, Garis Besar Sejarah
Amerika, Amerika Serikat, 2004, hlm. 276.
[2] Ibid. hlm 278
[3] Ibid, hlm. 280
[4] Ibid, hlm 286
[5] Ibid, hlm. 290
[6] Franklin Escher, Jr. Drai Koloni Menjadi Satu Negara Terbesar,
Jakarta, 1954, hlm. 137
[7] Ibid, hlm. 139
[8] Op.Cit, hlm. 293
[9] Ibid, hlm. 294
[10] Ibid, hlm 296
[11] Franklin Escher, Jr. Drai Koloni Menjadi Satu Negara Terbesar,
Jakarta, 1954, hlm. 142
Tidak ada komentar:
Posting Komentar