Pada
awalnya masyarakat Amerika memiliki banyak harapan atau mimpi yang terus
diusahakan untuk membangun suatu kemajuandan hidup yang lebih baik di Amerika
serta dapat melewati segala tantangan
yang dialami selama masa kolonialisasi hingga masa setelah itu.
Ada
berbagai masalah yang muncul berkaitan dengan American Dream, dan permasalahan
itu muncul dalam berbagai bidang yang nanti akan dibahas secara mendalam pada
bagian selanjutnya. Mimpi-mimpi itu ada karena juga ada yang ingin dicapai
sebagai tujuan besar bagi suatu perubahan yang baik untuk perkembangan Amerika.
American
Dream disebabkan oleh adanya keinginan masyarakat Amerika untuk mencari
kehidupan yang lebih baik dari tempat asalnya (Inggris) dan ini dikembangkan
pada masa kolonisasi dan penjelajahan bangsa Eropa di Amerika. Pada masa
selanjutnya mimpi itu masih tetap ada dan berkembang terus sesuai dengan
keadaan dan permasalahan yang juga masih melekat pada bangsa Amerika, yaitu
mimpi untu merdeka sepenuhnya dengan jiwa nasionalismenya, masyarakat Amerika
terus mengusahakannya dan mimpi ini biasa disebut “Nation Dream”. Selanjutnya
setelah semua mimpi tersebut terpenuhi maka berkembanglah mimpi Amerika untuk
mengembangkan prinsip, hubungan kerjasama hingga persaingan untuk kemajuan
negara, dan mimpi ini biasa disebut “Contemporer Dream”.
Semua
mimpi Amerika memiliki berbagai
dampak dan hasil sehingga semua itu menjadi pokok permasalahan yang akan
dibahas dalam makalah ini.
A.
Faktor
Penyebab Munculnya American Dream Di Amerika
1.
Istilah
American Dream
Konsep dasar/ ide/ definisi American
Dream /Gagasan
mengenai “the American Dream” antara lain dirumuskan oleh James Truslow Adams (1931), bahwa di
Amerika Serikat setiap orang berhak untuk berusaha agar hidupnya bisa menjadi lebih baik, lebih kaya dan lebih
penuh serta mendapat kesempatan yang sama apapun latar belakang sosial, ekonomi
atau politiknya. Banyak orang Amerika (dan mereka yang berniat untuk bermukim
di Amerika) berusaha mewujudkan cita-cita itu.
Konsep American
Dream dibagi menjadi tiga jaman menjadi jelas ketika James Truslow sendiri yang
membaginya, bahwa American Dream dibagi berdasarkan waktu perjuangan bangsa AS,
seperti mimpi ketika mereka mengalami masa kolonisasi (Past Dream) dirasa harus
terus diperjuangkan sehingga masyarakat AS harus mencapai tingkatan atau
perjuangan mimpi selanjutnya pada masa kemerdekaan yaitu nation dream. Ternyata
mimpi AS ini menimbulkan pengaruh hingga terjadi berbagai peperangan termasuk
perang dingin yang dinamakan contemporer dream, karena tidak sekedar
mengusahakan kebebasan dan penyatuan negaranya tetapi juga mimpi untuk
mengembangkan kerjasama dengan negara lain.
2.
Faktor
Penyebab Muculnya American Dream
Adapun faktor yang menyebabkan munculnya American
Dream di Amerika diantaranya;[1]
- Masyarakat
Amerika memiliki latar belakang sejarah yang sama. Sebelum kedatangan
orang Eropa, wilayah Amerika merupakan negara suku Indian (nama Indian
diberikan oleh Colombus kepada penduduk asli wilayah itu karena
beranggapan telah menemukan jalan menuju India). Akan tetapi, pada
petengahan abad ke-16 orang Indian ditaklukkan oleh tentara Spanyol dan
tanah mereka disita.
- Para
penakluk dari Spanyol dan Portugal serta pengikutnya menganut agama
Katolik Roma. Mereka membawa kepercayaannya ke benua baru itu dan hingga
kini agama Katholik Roma merupakan agama terbesar di sana. Jadi,
masyarakat Amerika merasa tidak mendapat kebebasan dalam berkeyakinan.
- Bangsa-bangsa
Eropa, seperti di negara asal mereka, mereka juga menggunakan sistem
pemerintahan yang absolute. Begitu juga dengan aturan wilayahnya, para
kolonis mengatur wilayah yang dikuasainya sesuai dengan sistem
pemerintahan di tanah airnya. Hampir tidak ada kesempatan bagi rakyat
untuk belajar memahami kehidupan demokrasi melalui pengalaman. Selama masa
penjajahan hampir tidak ada perhatian terhadap kebutuhan rakyat, terutama
yang membanting tulang di bidang pertambangan dan pertanian. Yang
dipentingkan hanyalah Gereja, kelas penguasa Spanyol, dan para bangsawan
yang mewakili Raja.
- Adanya
perbedaan perkembangan di masing-masing wilayah karena perbedaan para
kolonis yang datang dari Eropa, ada dari Spanyol, Portugis (tujuan untuk
berpetualang), Inggris (tujuan ke daerah baru untuk kebebasan beragama dan
berekonomi), Semenanjung Iberia (untuk menumpuk kekayaan lalu kembali ke
Eropa), Brasil (untuk melakukan hubungan kerjasama dengan masyarakat
setempat, sekaligus menikah dengan penduduk asli setempat, sehingga pada
akhirnya muncul ras-ras baru campuran keturunan Eropa dan Indian.
B.
Pola
Dari Past Dream, Natioan Dream, Kontemporer Dream
1.
Past
Dream
Pada awal mula wilayah Amerika dipenuhi
oleh orang-orang asing dari bangsa Eropa yang ingin mencoba pengalaman dan
peruntungan yang baru di wilayah yang baru pula dan itu berkembang di Amerika
(sering disebut masa kolonisasi).Perbudakan juga tumbuh subur ketika
orang-orang Eropa menciptakan koloni di Amerika pada sekitar tahun 1500.
Bangsa-bangsa Eropa datang ke benua
Amerika bermula dari proses kolonisasi sebagai semboyan bangsa Eropa pada abad
ke 16 dan 17. Pada umumnya masyarakat koloni tidak tahan hidup di bawah
pemerintahan Inggris yang represif, tidak aman dan jauh dari kemakmuran. Oleh
karena itu, masyarakat koloni berusaha mencari wilayah baru di Amerika,
sehingga pada abad ke-17 terbentuklah koloni-koloni di Amerika, dari semua itu
muncullah harapan yang disebut mimpi Amerika pada masa kolonisasi (Past Dream)
yang ditunjukan dalam berbagai bidang sebagai berikut;
2.
National
Dream
Nation dream dimulai dari Revolusi Amerika sampai
akhir Perang Dunia 1. Pada abad ke-19 Amerika Serikat tumbuh menjadi Negara
yang maju.
Untuk melihat mimpi-mimpi Amerika Serikat sebagai
sebuah Negara yang berdiri sendiri (Nation Dream ) dapat dilihat melalaui
beberapa tahap yaitu :[2]
a. Pada
masa Revolusi Amerika Serikat (perang kemerdekaan)
Benua Amerika pada awal
kolonialisasi merupakan tempat yang diharapkan bagi para imigran dari Eropa
(Inggris ) sebagai tempat untuk menghidari penindasan politik, mencari
kemerdekaan, dalam menjalankan ibadah, dan untuk petualanggan serta mencari
peruntunggan yang lebih baik dari pada di negeri mereka sendiri. Namun dalam
keyataan pemerintahan turut campur tanggan dalam urusan-urusan koloni demi
mendapatkan keuntunggan.Adapun bentuk dari intervensi tersebut terlihat ketika
parlemen Inggris 1764-1767 mengeluarkan Undang-Undang yang mengatur tentang:
·
Barang-barang yang
masuk dalam perdaganggan mereka harus dikenai pajak ( untuk mengisi kas Negara
yang kosong akibat perang 7 tahun )
·
Kewajiban-kewajiban
yang harus dipenuhi oleh koloni terhadap Inggris
·
Undang-undang
pemerintah inggris dari tahun 1764-1767 antra lain
·
Undang-undang Gula
tahun 1764-1767 antara lain yang berisi bahwa pemerintahan Inggris melarang Impor minuman keras luar negeri,
memasang bea masuk yang rendah atas sirup dari semua sumber, dan memunggut
pajak atas anggur, sutra, kopi dan sejumlah barang mewah lainnya.
·
Undang-undang Mata Uang
tahun 1764 ( Currency Act ) yang berisi bahwa pemerintah Inggris mencegah
supaya urat kredit yang diterbitkan oleh koloni tidak dijadikan sebagai alat
pembayaran yang sah.
·
Undang-undang Tempat
Tinggal tahun 1765 ( Quartering Act ) yang berisi bahwa pemerintahan Inggris
mewajibkan rakyat daerah koloni untuk meyediakan perumahan dan segala kebutuhan
untuk pasukan Inggris yang bertempat tinggal di daerah – daerah koloni.
·
Undang-undang perangko
atau materai tahun 1765 (Stamp Act) yang berisi bahwa pemerintahan menentapkan
bahwa surat kabar, pamflet, surat keterangan, tanda bukti sewa, atau dokumen
resmi lainya harus dibubuhi perangko atau materi. Punggutan dari Undang-Undang
ini akan digunakan untuk membela, dan mengamankan koloni – koloni
·
Undang-Undang
Pendapatan tahun 1767 yang berisi bahwa pemerintahan Inggris mengenakan bea
masuk terhadap kertas, gelas, timah, dan teh yang diekspor dari Inggris ke
koloni-koloni yang ada di Amerika.
Peraturan
yang terdapat dalam Undang – Undang di atas
terdapat pada kenyataan
telah membebani rakyat koloni, pemerintah telah merampas dan membatasi
kebebasan rakyat koloni.Akibatya muncul reaksi perlawanan dari masyarakat koloni terhadap
pemerintahan Inggris.Deklarasi kemerdekaan mulai dikumandangkan pada tanggal 4
juli 1776 yang merupakan tanda lahirnya Negara Amerika Serikat. Denggan
berdirinya Negara Amerika Serikat merupakan salah satu wujud dari nation dream
bangsa Amerika.
b. Pada
masa Doktrin Monroe
Perjuanggan
kemerdekaan koloni-koloni Inggris untuk
lepas dari Negara induknya.Hal ini telah mendorong inspirasi Amerika Latin
untuk memerdekakan diri dari Spayol. Pada tahun 1822 orang Amerika keturunan
Spanyol seperti Simon Bolivar, Fransisco Miranda, Jose de san Martin dan Miguel
Hidalgo melakukan perlawanan, mereka berhasil mendapatkan kemerdekaan dari
Negara induk mereka ( Spanyol ).
Rakyat
Amerika Serikat menaruh perhatian kepada peristiwa tersebut Gerakan kemerdekaan
Amerika Latin menguatkan kepercayaan mereka kepada pemerintahan sendiri.Maka
pada tahun 1822 presiden James Monroe menggakui kemerdekaan Amerika
Latin.Pengakuan ini yang nantinya memperkuat status mereka sebagai Negara yang
sungguh-sungguh merdeka dan terpisah dari bekas penguasa Eropa.Selain itu tepat
pada saat itu Rusia, Prusia, dan Austria membentuk suatu asosiasi yang disebut
persekutuan Suci (Holly Alliance) yang bertujuan untuk melindungi diri
mereka.Kebijakan ini merupakan antithesis dari prinsip penentuan nasib sendiri
yang dianut Amerika.
Pada
bulan Desember 1823 Presiden Monroe menggunakan kesempatan pidato tahunannya di
hadapan konggres yang kemudian dikenal denggan Doktrin Monroe yang intinya
menyatakan penolakan atas perluasan lebih lanjut dominasi Eropa di Amerika
denggan berkata bahwa “ Tanah Amerika…. Mulai sekarang tidak boleh lagi
dijadikan ajang kolonisasi oleh Negara-negara Eropa.Denggan adanya peryataan
Doktrin Monroe ini merupakan wujud impian Amerika untuk terlepas dari
kolonisasi bangsa Eropa.[3]
c. Pada
Masa Perang Saudara
Praktek
perbudakan di Amerika telah memecah belah antara masyarakat bagian utara dan
selatan.Dimana masyrakat bagian utara menentang praktek perbudakan sedangkan
bagian selatan mendukung adanya praktek perbudakan pertentanggan ini yang kemudian
melahirkan perang saudara.
Faktor paling utama
lahirnya perbudakan adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat
besar di wilayah selatan, yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis kapas baru
dan penemuan ELI Whitney tahun 1793 yaitu mesin pemisah biji kapas. Pada saat
yang sama Revolusi Industri melahirkan pabrik tekstil dalam skala besar dan
denggan cepat meningkatkan permintaan akan kapas mentah. Maka wilayah penanaman
kapas harus diperluas, hal ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk
mengelola tanaman kapas.Selain itu ladang tebu juga membutuhkan banyak tenaga
kerja juga berperan besar terhadap meluasnya perbudakan di daerah selatan.
Bangsa
Amerika menginginkan suatu perdamaian dan kesatuan Amerika.Amerika tidak menginginkan
adanya perang apalagi perang saudara. Seperti yang terdapat dalam pidato
Abraham Lincoln tahun 1858 dimana ia berkata “sebuah rumah yang terbelah tidak akan bisa bertahan. Saya
percaya pemerintahan ini tak bisa selamanya menganut setengah perbudakan dan
setengah bebas.”
d. Pada
Masa Perang Dunia I
Pada
tahun 1917 pemerintah Jerman mengumumkan perang kapal selam tak terbatas akan
dilanjutkan kembali. Ketika lima kapal Amerika tenggelam di bulan April. Wilson
meminta Kongres untuk menyatakan perang.Wilson membuat empat belas pokok
pikiran yang diserahkan kepada senat pada bulan januari 1918 sebagai dasar
perdamaian yang adil. Adapun isi dari empat belas pokok pikiran tersebut antara
lain :
·
Menuntut dihentikannya
perjanjian rahasia Internasional
·
Jaminan kebebasan di
laut
·
Penghapusan pajak masuk
antara Negara – Negara
·
Penguranggan alat –
alat perang nasional
·
Penyelesaian klaim
kolonial denggan mempertimbangkan kepertingan penduduk yang terkena dampaknya
·
Memastikan adanya
pemerintah sendiri dan perkembangan ekonomi yang lancar bagi bangsa-bangsa
Eropa
Empat belas
pokok pikiran ini menjadi sendi utama nation dream dimana Wilson membentuk
sebuah asosiasi bangsa-bangsa yang mengupayakan jaminan bersama terhadap
kemerdekaan politik dan keutuhan wilayah untuk semua negara, baik yang besar
maupun kecil.
Pada
musim panas tahun 1918 ketika tentara jerman terpukul mundur, pemerintahan
Jerman meminta bantuan kepada Wilson untuk berunding dengan sekutu yang
mengabulkan usulan jerman.Gencatan senjata ini disetujui pada tanggal 11
November 1918.
3.
Kontemporer
Dream
Contemporer dream
dimulai ketika pada pertengahan PD II, Perang Dingin, hingga saat ini.
a. Masa
Pertengahan PD II
Sebelum
Roosevelt menjabat presiden ada bahaya baru yang tidak banyak disadari oleh
rakyat Amerika, bahaya tersebut merupakan ekspansi rezim totaliter Jepang,
Italia, dan Jerman.Pada tahun 1931
Jepang menyerbu Manchuria dan menghancurkan
perlawanan rakyat Cina. Italia yang terjerumus fasisme, memperluas wilayahnya
Libya dan pada tahun 1935 menyerang Etiopia.Adolf Hittler di Jerman telah
membentuk partai sosialis nasional dan mengambil alih pemerintahan pada tahun
1933.
Pada
saat Jerman, Italia, dan Jepang secara terus menerus melakukan agresi
besar-besaran, Amerika sebenarnya memiliki rasa cemas. Pada masa ini Amerika
mengambil sikap menutup diri, sebagai akibat kekecewaan Amerika atas kegagalan
dalam perjuangan demokrasi pada masa PD I. Amerika juga mengumumkan bahwa
negara-negara yang terlibat konflik dalam situasi apapun tidak bisa menerima bantuan
Amerika.
Sikap
mengisolasi diri ini semakin kuat ketika nazi menyerang Polandia pada tahun
1939 dan PD II pecah. Rakyat Amerika sama sekali netral dan tidak ikut campur
dalam perang tersebut. Namun sikap menutup diri pada akhirnya dibatalkan ketika
Jepang menyerang pangkalan militernya di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember
1941.Bentuk mimpi Amerika terlihat ketika Amerika bersama Inggris dan negara
sekutu lainnya menggalang kekuatan untuk menghancurkan fasisme.
b. Pasca
Perang Dingin
Pasca
PD II, terjadi konflik antara AS dan Uni Soviet. Konflik ini terjadi adanya
perbedaan pandangan ideologi antara kedua negara tersebut.Diakhir PD II AS
berharap bisa berbagi dengan negara-negara lain tentang konsep kemerdekaan,
persamaan, dan demokrasinya.Amerika berharap bisa menciptakan stabilitas agar
rekonstruksi damai dapat terlaksana.Amerika kini menempatkan posisinya sebagai
pendukung utama perdagangan bebas dan menghapus hambatan dalam
perdagangan.Amerika menciptakan pasar bagi produk pertanian dan industri Amerika.Inilah salah
satu penyebab dari kehancuran perekonomian negara-negara berkembang pasca PD
II.
Dalam
hal ini, Uni Soviet memiliki agenda dimana tradisi lama Rusia akan pemerintahan
yang berpusat dan otokratis berlawanan dengan penekanan Amerika akan demokrasi.
Konflik pertama yang muncul berkaitan dengan Polandia.Moskow menginginkan
pemerintahan di bawah pengaruh Uni Soviet.Sedangkan Amerika sendiri
menginginkan pemerintahan yang independen dan representative sesuai dengan
model barat. Selain itu Amerika mengeluarkan Doktrin Truman untuk mencegah
pengaruh perluasan Uni Soviet di negara lain yang menyatakan bahwa sudah
menjadi kebijakan Amerika Serikat untuk membantu rakyat AS merdeka dan
menentang penindasan yang dilakukan oleh kaum minoritas bersenjata atau oleh
pihak asing.[4]
Wujud
dari mimpi Amerika Serikat terlihat dari usaha mereka menghancurkan pengaruh
komunis yang ada di dunia dan mempertahankan struktur demokrasi untuk
diterapkan di seluruh dunia (menerapkan ideologi demokrasi).
c. Pada
Abad ke-21
Adapun mimpi-mimpi AS
pada masa sekarang ini ialah;
·
Amerika Serikat ingin
memiliki impian sebagai pemegang perekonomian dunia. Terbukti dengan mata uang
dollar sebagai mata uang standar yang diakui di seluruh dunia.
·
Mengembangkan pasar
bersama atau perdagangan bebas sehingga perekonomian lebih maju dibanding
negara-negara lain
·
Amerika Serikat
menjunjung tinggi nilai demokrasi.
·
Amerika berperan
sebagai polisi dunia dimana AS mengusahakan dan bertugas menegakan keadilan di
dunia. Terbukti dengan dihasilkan beberapa senjata nuklir dan kemajuan
teknologi.
·
Dalam bidang sosial,
masyarakat Amerika Serikat mengusahakan dihapuskannya tindakan diskriminasi
antara orang kulit putih dan kulit hitam. Semua rakyat Amerika diperbolehkan
menempuh pendidikan, kebebasan beragama.
C. FAKTOR-FAKTOR
KEBERHASILAN AMERICAN DREAM
1. Faktor-Faktor
Dari Keberhasilan American Dream
- Dalam bidang
Ekonomi
Pasca
Perang Dunia II, Amerika Serikat dimana
perekonomiannya paling maju dan stabil dibandingkan dengan Negara Eropa
lainnya. Ketika Amerika Serikat membantu perekonomian eropa yang hancur akibat
Perang Dunia II.Salah satu program Amerika Serikat adalah program” Marshall
Plan” dengan adanya program bantuan ini, Amerika Serikat dapat mengembangkan
dirinya dalam dunia Internasional. Program ini dapat membantu Amerika Serikat
dalam mewujudkan mimpinya karena Amerika Serikat akan dipandang oleh Negara
lain sebagai Negara yang maju dan paling baik perekonomiannya karena tidak
terpengaruh Perang Dunia II.
- Dalam bidang
Politik
Amerika
Serikat memiliki banyak relasi dengan Negara lain di dunia Internasional, bahwa
Amerika Serikat memiliki banyak Negara pendukung untuk mendukung kepentingannya
karena adanya relasi yang banyak maka Amerika Serikat dapat mewujudkan mimpi
sebagai Negara maju dan Negara kuat di dunia. Negara Amerika juga memperluas
prinsip demokrasi sehingga banyak menjadi contoh negara-negara di dunia.
- Dalam bidang
Militer
Amerika
Serikat memiliki Angkatan Laut yang sangat kuat dengan Fasilitas yang lengkap
didunia.Dengan adanya kekuatan militer maka Amerika Serikat dapat
mempertahankan kepentingan ekonomi dan politiknya di dunia Internasional,
sehingga dapat mewujudkan mimpinya-mimpinya dalam menguasai dunia dalam segala
bidang.Amerika Serikat ingin menjadi penguasa dunia karena merasa dirinya
merupakan Negara terkuat di dunia.
- Dalam bidang
sosial dan budaya
Masyarakat
Amerika pada perkembangannya dapat merasakan hidup damai dan sejahtera, karena
mimpi untuk bebas dari penindasan HAM (buruh dan wanita), bebas berbudaya dan
beragama, bebas untuk melaksanakan pendidikan, dan dihilangkannya
diskriminasi.Inilah nilai yang dapat diambil dan diikuti pula oleh
negara-negara yang belum sejahtera oleh karena rasial dan tindakan anarkisme
serta otoriter yang masih dipertahankan sehingga dapat berubah kearah yang
lebih baik.
[2] Brzezinski, Zbigniew, Kegagalan Besar Muncul dari Runtuhnya
Komunisme Dalam Abad Kedua Puluh. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 1990.
[3] _1950, Garis Besar Sejarah
Amerika, Amerika, Badan Penerangan Amerika Serikat
[4] Brzezinski, Zbigniew, 1990. Kegagalan Besar Muncul dari Runtuhnya
Komunisme Dalam Abad Kedua Puluh. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar