Jumat, Juni 14, 2019

Masalah Sosial Orang Kulit Kuning Di Amerika.?


1.      Masalah Sosial Orang Kulit Kuning
a)      Orang Cina
Menjelang tahun 1930, lebih lebih dari delapan juta orang Cina telah meninggalkan negeri Cina untuk menetap diseluruh dunia. Orang Cina sendiri pertama datang ke Amerika pada sekitar tahun 1848, dimana saat itu terjadi gold rush di California. Orang Cina datang ke Amerika Serikat sebagai buruh kontrak / dengan uang yang dipinjam dari organisasi Amerika-Cina yang jadi pembimbing mereka di Amerika Serikat. Kebanyakan dari para imigran Cina itu dikenal sebagai pekerja keras, khususnya di bidang pertanian, pembuatan rel kereta api Central Pasific yang melewati California dan Pegunungan Sierra menuju Utah, dan pekerjaan-pekerjaan kasar lainnya yang tidak mau dikerjakan orang kulit putih.
Di West Coast, para penambang datang dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan mereka. Sedangkan di Hawaii, mereka menanam beras dan gula sambil menunggu kesempatan kerja di bidang pertambangan. Orang-orang Cina yang datang di Amerika bekerja apa saja dan sangat ulet. Sebagian mereka bekerja di pertambangan emas dan mineral yang lainnya. Sebagian lagi membangun jalan kereta api yang rampung pada tahun 1869 dan sisanya bekerja di ladang, mengembang biakkan anggrek, dan anggur. Ketika sistem perairan telah dibangun, maka mereka juga mengembangkan industri perikanan.
Hal ini menimbulkan penolakan, pembantaian politik, dan kekerasan sporadis. Keterampilan dan kemampuan berorganisasi orang Cina membuat mereka banyak membantu dinegara miskin, meskipun kekeayaan merreka membuat orang Cina menjadi sasaran politik. Akibatnya, pemerintah negara-negara seperti itu banyak yang menunjukkan sikap ambivalen terhadap mereka. Berbagai negara Amerika ada yang membatasi, tetapi ada juga yang mendorong imigrasi orang Cina.
Orang Cina yang bermigrasi ke Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II hampir seluruhnya berasal dari satu Provonsi Kwantung, di Cina Selatan. Daerah asal mereka memang lebih terbatas, hanya berasal dari salah satu dari tujuh distrik di Provinsi tersebut, Toishan. Imigran Cina yang datang ke Amerika Serikat sesudah perang Dunia II sudah khas berbahasa Cina Mandarin menciptakan suatu pembatas bahasa diantara mereka sendiri dan orang Amerika Cina yang sudah ada.

Banyak orang Cina datang ke Amerika Serikat sebagai buruh kontrak atau dengan uang yang dipinjam dari organisasi-organisasi Amerika-Cina yang melakukan peran pembimbing bagi mereka di Amerika Serikat. Imigran Cina tidak mengenal bahasa dan kebudayaan Amerika Serikat, buruh Cina sering bekerja dalam kelompok dibawah bimbingan seseorang sesama bangsanya. Walaupun fisiknya lebih kecil dibanding orang Amerika, orang Cina adalah pekerja keras dibidang pertanian, pembuatan jalan kereta api, dan kerja fisik berat lainya. Mereka juga tenaga murah dan hidup sangat sederhana, menabung dari jumlah penghasilan yang oleh orang Amerika dianggap sangat sedikit. Namun sifat baik ini justru ditakuti dan dibenci sebagai saingan oleh buruh kulit putih.
Imigran Cina yang datang ke Amerika Serikat tidak disambut dengan baik dan sering dengan kekerasan. mereka tampak lain, makan dengan cara lain, dan mempunya kebiasaan yang sama sekali tidak dikenal oleh orang Amerika. Mereka dianggap tidak mampu berasimilasi, baik secara biologis maupun kultural. Sebagai saingan, mereka ditakuti karena bekerja lebih keras dan lebih lama dengan gaji sedikit sehingga dapat menurunkan standar hidup buruh. Serikat buruh selama banyak dasawarsa berupaya keras untik mengucilkan imigran Cina dan menghalangi orang Cina bermukim di Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika mengeluarkan Chinese Exclusion Act tahun 1882:
1)      Mengurangi jumlah imigran Cina yang masuk ke Amerika.
2)      Menghalangi mereka mendapat naturalisasi menjadi warga negara Amerika Serikat yang berakibat mereka tidak bisa memiliki tanah dan masuk pekerjaan.
Pelarangan adanya migrasi dari Cina berubah setelah penyerangan Pearl Harbour oleh Jepang pada Desember 1941. Pada tahun 1943 Chinese Exclusion Act dicabut setelah Amerika Serikat dan Cina bersekutu menghadapi Jepang dalam Perang Dunia II.
Cina dan Amerika Serikat membentuk aliansi melawan Jepang. Sehingga, saat perang masih berlangsung yaitu 1943, Chinese Exclusion Act direvisi dan untuk pertama warga Cina diberikan hak untuk menjadi warga negara Amerika. The Immigration and Nationality Act yang dibuat pada tahun 1965 kemudian dijadikan hukum negara oleh Presiden Lyndon Johnson yang membiarkan peningkatan jumlah imigrasi dari Asia.
Pada tahun 1885, buruh Cina yang bertindak sebagai pencetus pemogokan dibantai disuatu tambang batubara di Wiyoming. Mereka melakukan pemogokan karena yang terbuka bagi mereka hanyalah pekerjaan paling kasar, paling kotor, dan paling rendah. Kebanyak buruh membangun Jalan Kerata Api Central Pasific yang melewati California dan pegunungan Sierra memasuki Utah untuk mengangkut bijih emas. Orang Cina yang berusaha bekerja sebagai menambang emas secara bebas, dengan paksa diusir oleh orang kulit putih dari seluruh perkemahan pertambangan di Barat. Pada tahun 1885, penduduk Cina dalam satu komunitas California dipaksa pergia karena ancaman pengeroyokan massa. Sekitar waktu yang sama,Seattle dan Tacoma. Washington, mengusir penduduknya yang keturunan Cina. Kejadian serupa juga terjadi di Vancouver dan Alaska.
Orang kulit putih di Amerika Serikat senang melakukan gangguan yang disengaja seperti mengolok-olok dan memotong kuncir panjang yang dimiliki orang Cina, menggiring imigran Cina sambil diejek, dipukuli, dilempari batu dan di lempari buah  busuk dalam suasana riuh sperti kalangan orang Irlandia yang sedang mabok. Orang kulit putih juga membakar dan memporakporandakan, membunuh penduduknya sambil lewat, menembak, dan menggantung paling sedikit sekitar 20 orang Cina dalam semalam.
Menghadapi diskriminasi  yang menimpa orang Cina ini, mereka lebih suka mengundurkan diri atau berusaha agar tidak menarik perhatian orang lain. Semua orang Cina memilih pemimpin untuk menyelesaikan persoalan intern mereka sendiri dengan sedikit mungkin meminta bantuan lembaga dari masyarakat yang lebih besar disekeliling mereka. Di Amerika Serikat, para pemimin Cina sengaja menghindari pengadilan dan arena politik. Hal ini karena keturunan Cina di Amerika hidup dalam komunitas penduduk yang sangat erat hubunganya satu sama lain sebab berasal dari satu distrik dari satu provinsi di Cina. Dalam wilayah-wilayah tertutup ini, mereka tetap hidup dan merupakan suatu kebudayaan yang utuh, serangkaian tradisi dan nilai, yang berpangkal di negeri Cina sendiri.
Organisasi rahasia atau tong muncul di komunitas orang Cina di Amerika Serikat. Organisasi Tong membagi wilayah khusus untuk pelacuran, perjudian, dan pemakaian opium yang merupakan kegiatan lazim dikalangan kaum pria yang tidak punya rumah dan hidupp tanpa wanita. Tong sering melawan dan melakukan pemberontakan secara sporadis.
Pria Cina sering terjebak di Amerika Serikat tanpa punya kesempatan untuk memiliki hidup berkeluarga secara normal, dan mereka tidak mampu karena miskin dan pulang ke negeri asalnya. Beribu-ribu orang Cina di Amerika yang dulu datang ke Amerika dengan tujuan penjajagan ini lalu hidup sebatang kara sebagai penduduk tetap disuatu negara dimana mereka tidak diinginkan.
Dari kalangan orang Cina di Amerika, Klan tetap kuat. Pemimpin klan punya kekuatan sosial sekaligus ekonomi. Seorang pedagang Cina biasanya menjadi pemimpin klanya,membangun asrama disekitar tokonya untuk sesama bangsanya, dan menyediakan bantuan, sarana, hubungan, dan tempat bernaung. Disamping klan, berbagai organisasi saling bantu muncul untuk bertindak sebagai agen pencari kerja, organisasi yang memutarkan kredit, perantara, dan organisasi sosial.
Generasi baru yang terdiri dari atas anak-anak keturunan orang Cina kelahiran Amerika menghadapi banyak kesulitan bahasa seperti anak imigran lainya, dan kadang-kadang memasuki sekolah yang khusus untuk orang Cina. anak-anak orang Cina ini maju dalam pelajaran, baik disekolah yang terdiri atas semua anak cina maupun sekolah campuran dengan kelompok enis lainya. IQ mereka menunjukkan dibawah rata-rata nasional. Guru-guru di New York memberi kesan bahwa anak-anak keturunan Cina “lebih sopan santun, lebih patuh dan lebih dapat berdiri sendiri dibandingkan kawan-kawan sekelas mereka yang kulit putih. Kaum muda Cina kelahiran Amerika secara otomatis lepas dari undang-undang anti Cina yang melarang mereka memasuki berbagai pekerjaan atau memiliki berbagai hak. Generasi orang Amerika-Cina memasuki suatu dunia yang lain dari dunia yang dihadapi oleh orang tua mereka dan punya bekal cukup untuk maju di dunia tersebut.
Awalnya pemerintah mengeluarkan Chinese Exclusion Act tahun 1882. Pemerintah saat itu secara terang terangan menolak imigrasi dari Cina karena banyak keluhan dan protes yang di lancarkan oleh orang kulit putih. Tetapi karena Amerika Serikat sedang menghadapi Jepang dalam Pearl Harbour pada Desember 1941. Maka Cina dan Amerika Serikat membentuk aliansi melawan Jepang. Sehingga, saat perang masih berlangsung yaitu 1943, Chinese Exclusion Act direvisi oleh pemerintah dan untuk pertama kalinya warga Cina diberikan hak untuk menjadi warga negara Amerika. 
Kemudian pada tahun 1965 Presiden Lyndon Johnson membuat “The Immigration and Nationality Act” yang dijadikan sebagai hukum negara yang membiarkan peningkatan jumlah imigrasi dari Asia.
Simpati umum orang Amerika terhadap orang Cina, membantu diterimanya orang Amerika-Cina yang kini dianggap sebagai kelompok yang tertib dan tenang, tinggal dalam suatu komunitas yang bebas masalah, atau paling tidak sebagai suatu kelompok yang masalahnya jarang menarik perhatian masyarakat yang lebih luas.
Kini keturunan orang Amerika-Cina yang dulu bermigrasi dari Provinsi Toishan telah memelihara nilai-nilai Cina dan menambah akulturasi kepada masyarakat Amerika dengan sangat berhasil. Mereka berintegrasi kedalam masyarakat Amerika dalam bidang pekerjaan dan tempat tinggal, meskipun mereka tetap memelihara nilai-nilai dan identitas etnis mereka sendiri.
b)     Orang Jepang
Banyak dari sejarah orang Amerika keturunan Jepang di bentuk oleh sikap, kecurigaan dan diskriminasi terhadap orang Amerika keturunan Cina yang satu generasi lebih dulu datang ke Amerika Serikat. Dalam pikiran masyarakat umum, keduanya tercampur sebagai orang Timur, atau sebagai “Bahaya Kuning”, walupun nyatanya mereka sudah dan tetap merupakan kelompok terpisah dan tersendiri. Emigrasi dari Jepang ke Amerika Serikat dimulai pada akhir abad ke-19, ketika sejarah Jepang sedang mengalami kritis.  Pada 1868, Shogun-shogun dari klan Tokugawa yang sedang berkuasa itu digulingkan, dan tidak hanya diganti oleh sekelompok pemimpin politik baru, tetapi juga oleh serangkaian nilai-nilai dan aspirasi nasional yang baru.
Restorasi Meiji 1868 menandai awal awal Jepang modern, bangkit dari feodalisme dan isolasi sudah berlangsung selama berabad-abad, memasuki industrialisasi modern dan terjun ke dalam perang, pertukaran budaya dan perdagangan internasional. Keterpencilan Jepang terpaksa harus berakhir pada 1854, ketika Laksamana Perry membawa satu armada kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat ke pantai Tokyo dan memaksa pemerintah Jepang menandatangani persetujuan yang lebih membuka negara itu bagi Amerika. Tindakan ini tidak hanya membawa Jepang kepada hubungan dengan gagasan dan teknologi Barat. Orang Jepang pada era itu bermigrasi ke Amerika.
Mula-mula orang Jepang disambut dengan baik di Hawaii sekaligus di Amerika Serikat. Mereka adalah kelompok yang sudah diseleksi terlebih dahulu. Pria muda sehat dengan reputasi baik, cukup ambisius untuk melakukan petualangan beribu-ribu mil dari tanah air mereka. Mereka dijadikan buruh yang sangat baik dalam pekerjaan berat di perkebunan tebu Hawaii. Di daratan Amerika Serikat, Sekitar 40% mulai sebagai buruh tani. Dan sisanya bekerja dalam pembuatan jalan kereta api dan pertambangan, pemotongan kayu, pengalengan, pabrik pengepakan daging dan pekerjaan kasar lainnya. Ada yang menjadi pembantu rumah tangga orang Amerika yang kaya. Dalam semua pekerjaan ini orang Jepang menerima upah rendah, bekerja dalam jam kerja yang panjang, dan kondisi kerja yang sulit, tanpa mengeluh.
Imigran Jepang hebat sekali dalam penghematan, juga dalam industri. Mereka menabung uang sedikit yang mereka terima dari upah yang menurut standar Amerika rendah, tetapi tinggi menurut standar Jepang. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh orang Jepang pada akhirnya membuat orang lain memusuhi mereka. Imigran Jepang menjadi pegawai yang bagus sekali, ini membuat mereka ditakuti oleh saingannya dan dibenci oleh buruh Amerika dan persatuan buruh Amerika. Sifat hemat, rajin dan ambisi orang Jepang berarti bahwa makin banyak dari mereka yang maju dari peringkat buruh dan menjadi petani atau pengusaha kecil. Dengan begitu petani dan pengusaha Amerika yang pernah menerima orang Jepang sebagai pegawai, dengan sengit memusuhi mereka sebagai saingan. Dengan meningkatnya orang Jepang di California dari peringkat buruh pertanian menjadi petani penyewa atau menjadi tuan tanah, kebencian terhadap mereka sebagai saingan meluas dari buruh pertanian kulit putih ke petani kulit putih.
Kebencian itu sekarang lebih berpengaruh dengan adanya perundang-undangan dan tindakan anti jepang di California. Yang utama diantaranya adalah undang-undang Tanah Orang Asing (Alien Land Law) 1913 yang melarang orang asing yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi warga negara memiliki tanah di California, yaitu orang Asia pada umumnya, dan khususnya orang Jepang. Pada tingkat nasional, California memimpin gerakan politik untuk menghentikan penerimaan orang Jepang di Amerika Serikat.
Di Hawaii, tempat proporsi orang Jepang lebih besar, dimana lebih dari 20 persen diantara penduduknya. Di Hawaii ada dikriminasi pemberian upah terhadap orang Jepang dan usaha untuk menghambat kemajuan mereka ke pekerjaan terampil. Suatu pemogokan buruh pertanian Jepang pada 1909 memperburuk hubungan antara orang Jepang dan orang kulit putih. Diskriminasi upah terhadap orang Jepang pertama makin berkurang ketika orang Amerika keturunan Jepang banyak yang menjadi petani dan majikan dari buruh tani Jepang. Namun petani Jepang membayar buruh tani Jepang lebih tinggi daripada yang dibayarkan petani kulit putih, sehingga petani kulit putih terpaksa menaikkan upah buruh Jepang. Setelah tahun 1909, diskriminasi terhadap buruh tani Jepang pada dasarnya sudah hilang. Satu dasawarsa kemudian, buruh tani Jepang benar-benar menerima upah gaji lebih tinggi daripada buruh tani kulit putih karena orang Jepang bekerja jauh lebih efisien.
Imigran Jepang yang datang ke Amerika Serikat terbagi menjadi beberapa generasi. Generasi pertama dinamakan Issei, generasi kedua disebut Nissei, dan yang ketiga disebut Sansei dan seterusnya. Ketika orang Nissei menjadi dewasa, mereka membentuk organisasi mereka sendiri dengan melakukan konsolidasi kedalam Liga Warga Negara Amerika-Jepang (JACL=Japenesse American Citizen’s Leage) yang pada akhirnya menggantikan persatuan orang Jepang dari kelompok Issei sebagai suara orang Amerika-Jepang. Kelompok Nissei tidak menjadi sasaran diskriminasi seperti yang diderita orang tua mereka. Mereka cenderung berusaha agar lebih diterima dalam masyarakat Amerika yang lebih luas, yang menilai mereka berdasarkan hasil pendidikan dan akulturasi. Meskipun organisasi Issei lebih mendukung dan merasionalisasi pada agresi Jepang pada 1920-an namun keyakinan dari Nissei mulai dengan “ Sayang bangga menjadi warga negara Amerika keturunan Jepang”, dan mengungkaan kesediaaan untuk membela Amerika Serikat “Melawan segala musuh”.
Pada tanggal 7 Desember 1941, generasi pertama Jepang atau Issei melancarkan suatau serangan besar-besaran yang mengejutkan terhadap armada Amerika di Pearl Harbor, Hawaii. Peristiwa ini mengakibatkan kekalahan paling hebat yang pernah dialami bangsa Amerika. Timbul ketakutan yang menjadi-jadi bahwa Pantai Barat Amerika Serikat akan menjadi sasaran berikutnya dari serangan atau bahkan invasi militer Jepang. Kemarahan dan kekhawatiran orang Amerika terhadap Jepang juga berubah melawan orang Amerika keturunan Jepang. Hal ini kadang-kadang diungkapakan secara sporadis dalam bentuk umpatan atau serangan fisik.
Setelah Serangan Pearl Harbor7 Desember 1941, orang Jepang yang tinggal di Amerika dicurigai. Pada senja hari yang sama, 736 penduduk keturunan Jepang ditahan. Jumlahnya mereka yang ditahan meningkat menjadi 1.370 orang pada 11 Desember 1941.
Pada 19 Februari 1942, Presiden Franklin Roosevelt menandatangani Executive Order 9066 yang memberi wewenang kepada militer untuk mengeksklusi "sebagian dan semua orang" dari daerah-daerah yang ditetapkan berdasarkan alasan keamanan dalam negeri. Sekitar 120.000 orang Jepang-Amerika dan orang Jepang penduduk Amerika ditahan di 10 kamp interniran di Amerika Serikat.
Kongres Amerika Serikat pada tahun 1980 membentuk Komisi Relokasi Masa Perang dan Penginterniran Warga Sipil. Komisi dibentuk untuk menyelidiki perlakuan tidak adil dan diskriminasi terhadap orang Jepang-Amerika. Menurut laporan komisi yang diumumkan tahun 1983, penginterniran orang Jepang-Amerika tidak berdasarkan alasan keamanan nasional. Presiden Ronald Reagan menandatangani Civil Liberties Act of 1988 yang berisi penyesalan atas terjadinya penginterniran orang Jepang Amerika, dan ganti rugi sebesar AS$20.000 dibayarkan kepada masing-masing korban.


 Daftar Pustaka


1.      Sowell Thomas. 1989. Mozaik Amerika: Sejarah Etnis Sebuah Bangsa. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.
2.      Mann Arthur. 1990. Yang Satu Dan Yang Banyak: Refleksi Tentang Identitas Amerika. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
3.      Www. Google.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasionalisme Arab