Selasa, November 06, 2018

Revolusi Perancis


Revolusi Perancis
a.      Etats Generaux (1789-1792)
            Aktivitas proto-revolusioner dimulai ketika raja Perancis Louis XVI (memerintah 1774-1792) menghadapi krisis dana kerajaan. Keluarga raja Perancis, yang secara keuangan sama dengan negara Perancis, memiliki utang yang besar. Selama pemerintahan Louis XV (1715-1774) dan Louis XVI sejumlah menteri, termasuk Turgot (Pengawas Keuangan Umum 1774-1776) dan Jacques Necker (Direktur-Jenderal Keuangan 1777-1781), mengusulkan sistem perpajakan Perancis yang lebih seragam, namun gagal. Langkah-langkah itu mendapatkan tantangan terus-menerus dari parlement (pengadilan hukum), yang didominasi oleh "Para Bangsawan", yang menganggap diri mereka sebagai pengawal nasional melawan pemerintahan yang sewenang-wenang, dan juga dari fraksi-fraksi pengadilan. Akibatnya, kedua menteri itu akhirnya diberhentikan.
            Akhirnya dalam kebuntuan tersebut raja memanggil Etats General untuk bersidang setelah dibubarkan sekian lama pada tahun 1614,namun tidak juga berhasil menyelesaikan anggaran belanja.Akhirnya pada tanggal 14 Juli 1789 rakyat yang terdiri dari kaum buruh dan petani yang marah menyerang Penjara Bastille yang merupakan lambang kekaisaran absolute.Keadaan Negara menjadi darurat lalu kaum Revolusioner bergerak cepat menuju istana dan berhasil menangkap Louis XVI dan merebut kekuasaan dari tangan monarki.Setelah itu di bentuk lah Dewan Revolusi yang mengambil langkah-langkah sebagai berikut;
1.      Kendali pemerintahan dipegang oleh Dewan Revolusi pimpinan Jendral Lafayette
2.      Membentuk Tentara Revolusi
3.      Membentuk Dewan Legislatif
4.      Menetapkan bendera resmi yaitu “Bendera Tiga Warna” sebagai lambang Liberte,Egalite dan Fraternite.
5.      Menetapkan Lagu Kebangsaan yaitu “La Marseillas”.
6.      Menghapus hak-hak istimewa kaum bangsawan dan gerejawan
            Konstitusi berhasil di bentuk pada tahun 1891 sehingga Prancis berbentuk monarki konstitusional,namun karena khawatir pengaruh revolusi menjalar ke negara-negara Eropa lainnya,Austria dan Prusia berusaha melakukan invasi terhadap Prancis untuk menyelamatkan Louis XVI dan merestorasi monarki.Namun rencana itu gagal.ketika Louis XVI tertangkap oleh tentara revolusi ketika akan melarikan diri dan di  hukum mati karena dianggap mengkhianati Konstitusi Negara yang baru terbentuk.Peristiwa ini terjadi pada tahun 1792.

b. Republik Perancis (1792-1804)
1. Pemerintahan Teror/Reign of Terror (1793-1794)
            Robespierre dari partai Jacobin diangkat sebagai kepala pemerintahan sementara.Menyikapi keselamatan Republik yang menerima ancaman dari dalam (Kaum Bangsawan/Muscadine) dan luar negeri (Austria dan Prusia-ingat bahwa Marie Antoinette adalah anak dari Kaisar Franz Joseph dari Austria),Robespierre menjalankan pemerintaha dengan tangan besi.Ia menangkap dan menghukum mati orang-orang yang di curigai dengan guillotine.Dalam waktu setahun sudah 40.000 orang yang menjadi korban pisau jagal tersebut.Pada akhirnya terjadi pemberontakan terhadap Robespierre lalu ia di tangkap dan dihukum mati .

2. Dewan Directoire (1795-1799)
            Dipimpin oleh Paul Francois Nicolas Jean Barras yang beranggotakan 5 orang. Pada masa ini terjadi Peristiwa 13 Vendemiaire dimana Kaum Bangsawan berusaha menyerang Paris namun berhasil ditumpas oleh Jenderal Napoleon Bonaparte yang masih berusia 26 tahun. Karena jasa-jasanya itu Napoleon diangkat sebagai pemimpin Ekspedisi Italia untuk mengusir Austria dari sana.Lalu ia berangkat ke Mesir untuk melumpuhkan armada Inggris yang menuju India.Sepulangnya dari luar negeri Napoleon dielu-elukan oleh masyarakat sehingga Directoire merasa terancam lalu mereka bermaksud menyingkirkan Napoleon namun rencana ini gagal dan Directoire dibubarkan oleh Napoleon yang kemudian diangkat menjadi Konsul.

3. Konsulat (1799-1802)
            Dewan yang beranggotakan beberapa pemimpin terkemuka diantaranya Napoleon Bonaparte dan Abbe Sieyes.Pada masa ini Code Napoleon mulai digunakan dimana nantinya akan menjadi cikal bakal hukum sipil modern.

4.      Kekaisaran (1804-1814)
            Pada suatu kudeta,Konsulat dibubarkan oleh Napoleon Bonaparte dan ia mengangkat dirinya sendiri sebagai Kaisar Perancis hingga kekalahannya dalam perang di Rusia (1812) dan Leipzig (1813).Lalu ia mengundurkan diri dari posisi Kaisar dan di buang ke Pulau Elba.

5. Restorasi Kerajaan Bourbon (1814-1815)
            Kerajaan Prancis dipulihkan sebagai  kerajaan Monarki Konstitusional dengan Rajanya Louis ke XVIII yang merupakan paman dari Louis XVI.

6. Kekaisaran 100 hari Napoleon (1815)
            Napoleon Bonaparte melarikan diri dari Pulau Elba lalu di sambut oleh rakyat yang setia kepadanya dan dapat merebut kekuasaan dengan mudah.Namun dapat dikalahkan oleh Duke Of Wellington dari Inggris dan Gebhart Lebrecht Von Blucher dari Prusia pada Pertempuran Waterloo di Belgia.Ia mengundurkan diri dan dibuang ke Pulau St.Helena di Afrika Barat hingga akhir hayatnya (1821).Sepeninggal Napoleon,Louis XVIII kembali memegang kekuasaan.

C.    Akibat Revolusi Bagi Negara Prancis
Dalam Bidang Politik:
·         Konstitusi menjadi kekuasaan tertinggi
·         Lahirnya konsep Negara Republik di Eropa
·         Berkembangnya paham demokrasi modern
·         Nasionalisme muncul
·         Aksi revolusioner untuk menggulingkan absolutisme raja

Dalam Bidang Ekonomi:
·         Petani dapat memiliki tanah
·         Sistem pajak feodal dihapuskan
·         Sistem monopoli dihapuskan
·         Lahirnya industri besar sosial:
·         Penghapusan feodalisme secara bertahap
·         Susunan masyrakat baru
·         Pendidikan merata bagi setiap golongan
·         Lahirnya Code Napoleon sebagai cikal bakal hukum modern

D.    Akibat Bagi Dunia Internasional
 Dalam Bidang Politik:
·         Tersebarnya paham Liberalisme
·         Meluasnya paham demokrasi
·         Meluasnya paham Nasionalisme
·         Berkembangnya gerakan Revolusioner
Dalam Bidang Ekonomi:
·         Industri timbul di Eropa
·         Perdagangan beralih dari daerah pantai menuju ke pedalaman
·         Inggris kehilangan pasar di Eropa karena Napoleon menjalankan stategi politik Kontinental
 Dalam Bidang Sosial:
·         Penghapusan feodalisme
·         Pendidikan secara merata
·         Pengakuan terhadap HAM






Sumber :
S. Adisusilo, JR. 1982. Sejarah Eropa dari Renaissance sampai dengan Revolusi Perancis. Yogyakarta: IKIP Sanata Dharma.

Furet & Richet. 1989. Revolusi Prancis. UGM Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasionalisme Arab