Keadaan Eropa sebelum
Revolusi
Pada abad ke 17, Niccolo
Macchiavelli dalam bukunya,Il Principe meletakkan landasan-landasan monarki absolute
yang kemudian mempengaruhi raja-raja di Eropa untuk membentuk kekuasaan yang
mutlak..Buku Il Principe itu sendiri
menjelaskan bahwa kekuasaan raja tak terbatas terhadap segala sesuatu yang
mencakup negara,harta dan rakyat yang ada di wilayahnya kekuasaannya.
Berikut keadaan kerajaan-kerajaan
Eropa pada masa itu;
a.
Kaisar
Frederick II (1740-1786) dari Prusia
Ia becita-cita menjadikan Prusia
sebagai negara terkuat di Jerman dengan menjalankan Politik Druch Blut Und Eisen (Darah Dan
Besi),lalu membangun industri secara besar-besaran dengan sistem militer yang
kuat.
b.
Tsar
Peter Yang Agung (1689-1727) dari Rusia
Ia mendatangkan teknisi-teknisi
handal dari luar negeri untukk membangun industi dan armada perangnya dalam
rangka menjalankan Politik Air Hangat terhadap Turki.Ia juga dikenal sebagai
pendiri kota St.Peterburg.
c.
Raja
Charles I (1625-1649) dari Inggris
Terjadi pertentangan antara kaum
Parlemen dengan Raja yang menyulut Perang Saudara dengan kronologis sebagai
berikut:
·
Perang Parlemen (Oliver
Cromwell) melawan Raja Charles I (1642-1649)
·
Cromwell menang dan
Raja Charles I dihukum mati.
·
Monarki dibubarkan dan
Inggris menjadi Republik
·
Cromwell menjadi kepala
negara dengan gelar Lord Protectorat.
·
Cromwell
meninggal,terjadi pemberontakan kaum royalis lalu kerajaan di pulihkan,charles
II naik tahta.
·
Kekuasaan parlemen
semakin kuat dengan memaksa penandatanganan Bills Of Right (1689),yaitu piagam
pengakuan HAM dan pembatasan kekuasaan
raja.
Praktek Absolutisme di
Prancis
·
Di mulai pada masa
Cardinal Richeliu dari golongan gereja (1642-1643) yang menjadi Perdana Menteri
pada masa Louis XIII (1610-1643)
·
Dilanjutkan oleh
Cardinal Mazarin (1643-1661)
·
Metode perdagangan
merkantilisme yang dipelopori oleh Jean Baptist Colbert menjadikan Prancis makmur sehingga mampu
membangun kekuatan militer yang kuat.
·
Lalu pada masa Louis
XIV dilakukan beberapa tindakan yang mengarah pada pembentukan Negara yang
absolut
a. Mengalahkan
kaum Huguenots (Protestan Prancis)
b. Membubarkan
dan menghapus sistem Parlemen
Louis XIV berhasil menjadikan
Prancis sebagai monarki absolut yang paling berhasil di Eropa dengan ciri-ciri:
·
Memerintah tanpa Undang-Undang
·
Memerintah tanpa Dewan
Legislatif
·
Memerintah tanpa
kepastian hukum
·
Memerintah tanpa
anggaran belanja
·
Memerintah tanpa di
batasi hukum
Louis XIV menunjukkan bahwa
seolah-olah kekuasaan raja berasal dari Tuhan (Les droit divin) sehingga tidak dapat diganggu gugat.Ia terkenal
dengan semboyannya Le etate c’es moi (Negara
adalah saya).
Penentang Absolutisme
Tindakan raja,kaum
bangsawan dan kaum gereja yang semena-mena membuat rakyat menderita sehingga
menimbulkan pemikir-pemikir yang mempunyai gagasan yang menentang absolutisme.
a. John Locke (1632-1704)
Menganjurkan dibentuknya sebuah
konstitusi dengan menjadikan HAM sebagai prioritas,pemikiran ini kemudian
menjadi landasan konstitusi kemedekaan Amerika Serikat.
b. Montesquieu (1689-1755)
Dalam
bukunya L'Esprit de Lois (The Spirits
Of Law) ia menyebutkan bahwa negara ideal adalah negara yang menjalankan
pemisahan kekuasaan yang dikenal dengan Trias Politic
c.
Jean
Jacques Rousseau (1712-1778)
Mengemukakan Teori du Contract Social (Perjanjian
Masyarakat) dimana disebutkan bahwa manusia memiliki kesamaan derajat dan
kemerdekaan berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Pemikir-pemikir ini mempengaruhi
pola pikir golongan-golongan yang tertindas oleh kaum borjuis yang nantinya
akan melahirkan Revolusi Perancis.
Sebab-sebab terjadinya
Revolusi
Banyak faktor yang menyebabkan
Revolusi Perancisi. Salah satu di antaranya adalah karena sikap orde lama yang
terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah. Penyebab lainnya adalah
karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh Ide Pencerahan
(Aufklarung) dari kaum terpelajar, kaum petani, para buruh, dan individu dari
semua kelas yang merasa disakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan
beralih dari monarki ke badan legislatif,
kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula
bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.
Sebab Khusus
a. Dalam
Perang Kemedekaan Amerika Serikat (1780),Prancis yang merupakan musuh bebuyutan
dari Inggris mengirimkan pasukan untuk membantu Amerika di bawah pimpinan
Jenderal Marquis de Lafayette,sekembalinya dari Amerika,tentara-tentara
tersebut membawa pengaruh euphoria kebebasan di Prancis.
b. Pemborosan
uang negara untuk mengadakan pesta-pesta mewah di Istana Versailles oleh
Permaisuri Marie Antoinette sehingga ia sering dijuluki Madame Deficit.
Sebab Umum
1. Utang
negara menumpuk sehingga untuk membayar utang tersebut,rakyat di bebani pajak
yang sangat tinggi.
2. Kerugian
karena kalah dalam “Perang Tujuh Tahun” terhadap Inggris.
3. Raja
bertindak sewenang-wenang karena dapat melakukan penangkapan tanpa pengadilan
terhadap siapa saja yang dicurigai.
4. Rakyat
wajib membayar tunjangan kepada Kaum Gereja, Bangsawan dan Raja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar