Selasa, November 06, 2018

Keadaan Eropa sebelum Revolusi


Keadaan Eropa sebelum Revolusi
            Pada abad ke 17, Niccolo Macchiavelli dalam bukunya,Il Principe  meletakkan landasan-landasan monarki absolute yang kemudian mempengaruhi raja-raja di Eropa untuk membentuk kekuasaan yang mutlak..Buku Il Principe itu sendiri menjelaskan bahwa kekuasaan raja tak terbatas terhadap segala sesuatu yang mencakup negara,harta dan rakyat yang ada di wilayahnya kekuasaannya.

            Berikut keadaan kerajaan-kerajaan Eropa pada masa itu;
a.      Kaisar Frederick II (1740-1786) dari Prusia
            Ia becita-cita menjadikan Prusia sebagai negara terkuat di Jerman dengan menjalankan Politik Druch Blut Und Eisen (Darah Dan Besi),lalu membangun industri secara besar-besaran dengan sistem militer yang kuat.

b.      Tsar Peter Yang Agung (1689-1727) dari Rusia
            Ia mendatangkan teknisi-teknisi handal dari luar negeri untukk membangun industi dan armada perangnya dalam rangka menjalankan Politik Air Hangat terhadap Turki.Ia juga dikenal sebagai pendiri kota St.Peterburg.

c.       Raja Charles I (1625-1649) dari Inggris
            Terjadi pertentangan antara kaum Parlemen dengan Raja yang menyulut Perang Saudara dengan kronologis sebagai berikut:
·         Perang Parlemen (Oliver Cromwell) melawan Raja Charles I (1642-1649)
·         Cromwell menang dan Raja Charles I dihukum mati.
·         Monarki dibubarkan dan Inggris menjadi Republik
·         Cromwell menjadi kepala negara dengan gelar Lord Protectorat.
·         Cromwell meninggal,terjadi pemberontakan kaum royalis lalu kerajaan di pulihkan,charles II naik tahta.
·         Kekuasaan parlemen semakin kuat dengan memaksa penandatanganan Bills Of Right (1689),yaitu piagam pengakuan  HAM dan pembatasan kekuasaan raja.

Praktek Absolutisme di Prancis
·         Di mulai pada masa Cardinal Richeliu dari golongan gereja (1642-1643) yang menjadi Perdana Menteri pada masa Louis XIII (1610-1643)
·         Dilanjutkan oleh Cardinal Mazarin (1643-1661)
·         Metode perdagangan merkantilisme yang dipelopori oleh Jean Baptist Colbert  menjadikan Prancis makmur sehingga mampu membangun kekuatan militer yang kuat.
·         Lalu pada masa Louis XIV dilakukan beberapa tindakan yang mengarah pada pembentukan Negara yang absolut
a.       Mengalahkan kaum Huguenots (Protestan Prancis)
b.      Membubarkan dan menghapus sistem Parlemen
            Louis XIV berhasil menjadikan Prancis sebagai monarki absolut yang paling berhasil di Eropa dengan ciri-ciri:
·         Memerintah tanpa Undang-Undang
·         Memerintah tanpa Dewan Legislatif
·         Memerintah tanpa kepastian hukum
·         Memerintah tanpa anggaran belanja
·         Memerintah tanpa di batasi hukum
            Louis XIV menunjukkan bahwa seolah-olah kekuasaan raja berasal dari Tuhan (Les droit divin) sehingga tidak dapat diganggu gugat.Ia terkenal dengan semboyannya Le etate c’es moi (Negara adalah saya).

Penentang Absolutisme
            Tindakan raja,kaum bangsawan dan kaum gereja yang semena-mena membuat rakyat menderita sehingga menimbulkan pemikir-pemikir yang mempunyai gagasan yang menentang absolutisme.

a.      John Locke (1632-1704)
Menganjurkan dibentuknya sebuah konstitusi dengan menjadikan HAM sebagai prioritas,pemikiran ini kemudian menjadi landasan konstitusi kemedekaan Amerika Serikat.
b.      Montesquieu (1689-1755)
Dalam bukunya L'Esprit de Lois (The Spirits Of Law) ia menyebutkan bahwa negara ideal adalah negara yang menjalankan pemisahan kekuasaan yang dikenal dengan Trias Politic
c.       Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Mengemukakan Teori du Contract Social (Perjanjian Masyarakat) dimana disebutkan bahwa manusia memiliki kesamaan derajat dan kemerdekaan berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
            Pemikir-pemikir ini mempengaruhi pola pikir golongan-golongan yang tertindas oleh kaum borjuis yang nantinya akan melahirkan Revolusi Perancis.

Sebab-sebab terjadinya Revolusi
            Banyak faktor yang menyebabkan Revolusi Perancisi. Salah satu di antaranya adalah karena sikap orde lama yang terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah. Penyebab lainnya adalah karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh Ide Pencerahan (Aufklarung) dari kaum terpelajar, kaum petani, para buruh, dan individu dari semua kelas yang merasa disakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badan legislatif, kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.

Sebab Khusus
a.       Dalam Perang Kemedekaan Amerika Serikat (1780),Prancis yang merupakan musuh bebuyutan dari Inggris mengirimkan pasukan untuk membantu Amerika di bawah pimpinan Jenderal Marquis de Lafayette,sekembalinya dari Amerika,tentara-tentara tersebut membawa pengaruh euphoria kebebasan di Prancis.
b.      Pemborosan uang negara untuk mengadakan pesta-pesta mewah di Istana Versailles oleh Permaisuri Marie Antoinette sehingga ia sering dijuluki Madame Deficit.
Sebab Umum
1.      Utang negara menumpuk sehingga untuk membayar utang tersebut,rakyat di bebani pajak yang sangat tinggi.
2.      Kerugian karena kalah dalam “Perang Tujuh Tahun” terhadap Inggris.
3.      Raja bertindak sewenang-wenang karena dapat melakukan penangkapan tanpa pengadilan terhadap siapa saja yang dicurigai.
4.      Rakyat wajib membayar tunjangan kepada Kaum Gereja, Bangsawan dan Raja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasionalisme Arab